Para desainer di ajang London Fashion Week Spring/Summer 2026, yang didominasi oleh perempuan, menjadikan sesama perempuan sebagai sumber inspirasi utama. Mulai dari kebebasan remaja perempuan, penghormatan pada seniman legendaris, hingga semangat pembebasan dari batasan tradisi, semua menjadi fondasi koleksi mereka.
Sebagai kota yang dikenal berani menabrak pakem dan bereksperimen melalui fashion, London kembali membuktikan diri sebagai pusat kreativitas mode yang memukau.
Berikut adalah rangkuman koleksi terbaik dari para desainer di London Fashion Week Spring/Summer 2026 yang wajib Anda ketahui.
Simone Rocha: Kebebasan Remaja Perempuan
Simone Rocha terinspirasi dari buku foto Justine Kurland berjudul "Girl Pictures". Koleksinya mengeksplorasi mimpi dan kebebasan remaja perempuan dengan gaun satin dan organza yang dilengkapi crinoline. Potongan yang tidak konvensional, seperti belahan dada yang dalam, rok transparan, dan aksen bunga besar, menciptakan narasi tentang navigasi awal menuju kedewasaan dan sensualitas.
Burberry: Tribut pada Legenda Musik Inggris
Pada koleksi Burberry kali ini, Daniel Lee memberikan penghormatan pada legenda musik Inggris seperti Black Sabbath dan The Beatles. Siluet rock 'n' roll era 1970-an hadir melalui terusan mini dari rajutan berwarna cerah, mantel berumbai, dan setelan dengan celana lurus. Koleksi ini mencerminkan pengaruh kuat industri musik Inggris terhadap mode.
Roksanda: Inspirasi dari Seni Patung Barbara Hepworth
Roksanda merayakan dua dekade labelnya dengan menggali inspirasi dari pematung legendaris Barbara Hepworth. Koleksi ini menampilkan siluet abstrak, cut-out sensual, dan aksen rumbai yang terinspirasi dari ketidakteraturan bentuk dalam karya Hepworth. Jaket kulit berleher tinggi dan tas kepit abu-abu menjadi highlight yang patut ditunggu.
Dilara Findikoglu: Pembebasan dari Konsep Kuno
Dilara Findikoglu, salah satu desainer paling berpengaruh di Inggris, menghadirkan koleksi bertajuk "Cage of Innocence". Koleksi ini adalah simbol pembebasan bagi perempuan dari batasan konsep kuno. Korset menjadi simbol dualisme keindahan dan pengekangan, sementara paduan organza dan aksesori logam menciptakan kontras antara kerapuhan dan kekuatan.
Erdem: Romantisme dan Misteri Catherine-Elise Muller
Erdem Moralioglu terinspirasi oleh kehidupan Catherine-Elise Muller, seorang seniman dan cenayang Prancis. Koleksi ini menampilkan bordiran bunga pada rajutan dan renda, dengan siluet pinggang ramping dan panggul mengembang yang mengacu pada era abad ke-19. Erdem berhasil memadukan keromantisan dengan sentuhan modern, seperti korset pada gaun putih tanpa lengan.
Talks of the Town: Desainer Masa Depan
Tiga nama yang menjadi pembicaraan di London Fashion Week adalah Chopova Lowena, Pauline Dujancourt, dan Paolo Carzana. Chopova Lowena menawarkan paduan multi-corak dan cetak grafis 1970-an, Pauline Dujancourt menghadirkan karya avant-garde dengan rajut sebagai fokus, sementara Paolo Carzana menciptakan siluet dekonstruktif dengan bahan ramah lingkungan yang dilukis tangan.
Baca Juga: Menilik Keliaran Imaji di Koleksi Hermès Spring/Summer 2026
Penulis: Rifina Marie
Artikel Terkait
Wamenkes: Peserta BPJS PBI Nonaktif Bisa Reaktivasi Langsung di Faskes
Adik Denada Bantah Klaim Uang Muka Mobil Emilia Contessa Rp20 Juta, Tunjukkan Bukti Rp105 Juta
Ressa Rizky Rossano: Pengakuan Denada di Media Sosial Belum Cukup, Harap Bisa Bertemu Langsung
Cara Cek Daya Tampung SNBP 2026: Portal SNPMB atau Langsung ke Situs Kampus?