Kejaksaan Paris Dakwa Empat Orang Terkait Dugaan Spionase untuk China

- Jumat, 06 Februari 2026 | 03:45 WIB
Kejaksaan Paris Dakwa Empat Orang Terkait Dugaan Spionase untuk China

MURIANETWORK.COM - Kejaksaan Paris, Prancis, secara resmi mendakwa empat orang terkait dugaan operasi mata-mata untuk China yang bertujuan mencegat data militer sensitif. Dua dari tersangka merupakan warga negara China. Penangkapan mereka dilakukan polisi akhir pekan lalu di wilayah Gironde, barat daya Prancis, menyusul laporan warga tentang aktivitas mencurigakan yang melibatkan antena parabola besar.

Operasi Intelijen yang Terbongkar

Operasi penyelidikan yang digulirkan otoritas Prancis ini berfokus pada tindakan "penyampaian informasi kepada kekuatan asing" yang diduga dapat merugikan kepentingan nasional utama. Tindak pidana semacam ini, jika terbukti, ancaman hukumannya bisa mencapai 15 tahun penjara. Saat ini, dari keempat tersangka, dua orang telah ditahan sementara dua lainnya ditempatkan di bawah pengawasan yudisial. Kejaksaan Paris sengaja tidak merinci identitas mereka untuk menjaga proses hukum yang sedang berjalan.

Modus dan Temuan Investigasi

Kasus ini mulai terbongkar berkat kewaspadaan warga setempat. Pada 30 Januari lalu, mereka melaporkan pemasangan antena parabola dengan diameter sekitar dua meter di sebuah lokasi sewaan, yang kebetulan bertepatan dengan gangguan jaringan internet di area tersebut. Laporan inilah yang memicu penyelidikan lebih lanjut.

Tim penyidik kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan peralatan yang cukup canggih. Di lokasi tersangka, mereka mendapati sebuah sistem komputer yang terhubung langsung ke antena parabola tersebut.

Menurut pernyataan resmi dari kantor kejaksaan, perangkat yang disita itu dirancang khusus untuk pengambilan data satelit. Konfigurasinya memungkinkan para tersangka untuk mencegat berbagai pertukaran komunikasi, termasuk yang berasal dari entitas militer.

Lokasi dan Dugaan Rencana

Kedua tersangka warga China tersebut diduga menyewa sebuah akomodasi melalui platform sewa properti jangka pendek di kawasan Gironde. Penggunaan lokasi sewaan ini dinilai sebagai bagian dari rencana untuk mengumpulkan informasi rahasia, termasuk intelijen militer Prancis, dengan cara menyamar sebagai turis atau penghuni biasa. Tindakan ini mencerminkan pola operasi intelijen yang berusaha memanfaatkan fasilitas sipil untuk menutupi aktivitas ilegalnya.

Meski investigasi masih terus dilakukan untuk mengungkap jaringan dan tujuan spesifik dari operasi ini, dakwaan yang telah diajukan menunjukkan keseriusan otoritas Prancis dalam menangani ancaman terhadap keamanan siber dan pertahanan nasionalnya. Kasus ini juga menyoroti kompleksitas tantangan keamanan di era digital, di mana teknologi yang mudah diakses dapat dialihfungsikan untuk kegiatan spionase.

Komentar