MURIANETWORK.COM - Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa proyek transisi energi Indonesia, termasuk rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), mulai menarik perhatian serius investor internasional. Pernyataan ini disampaikannya dalam sebuah forum diskusi di Jakarta, Rabu (4/2/2026), yang menegaskan komitmen pemerintah dalam mengembangkan energi bersih dan rendah karbon untuk masa depan.
Minat Investasi Asing pada Proyek Nuklir
Dalam paparannya, Hashim menyoroti antusiasme dari berbagai negara terhadap rencana pengembangan PLTN berkapasitas hingga 7 gigawatt. Minat ini tidak hanya terbatas pada pendanaan, tetapi juga mencakup aspek transfer teknologi dan kerja sama teknis yang lebih mendalam.
"Banyak negara telah menunjukkan niat untuk masuk dan berpartisipasi dalam investasi, juga mempelajari teknologinya dan sebagainya," ungkapnya.
Fase Awal dan Target Jangka Panjang
Pemerintah, menurut Hashim, telah menetapkan strategi bertahap untuk mewujudkan ambisi nuklir ini. Proyek perdana direncanakan dimulai dengan kapasitas yang lebih kecil, yakni 500 megawatt, dengan target penyelesaian hingga tahun 2034. Pendekatan ini dinilai lebih realistis dan memungkinkan pembangunan kapasitas serta keahlian dalam negeri secara bertahap.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran 2026, Tol Solo-Yogyakarta Catat Lonjakan Tertinggi 60%
Gunung Galunggung Ramai Dikunjungi Wisatawan Saat Libur Lebaran
Ragunan Dibanjiri 30 Ribu Pengunjung di H+1 Lebaran
Presiden Prabowo Tegaskan Reformasi Polri dan TNI adalah Tuntutan Rakyat