Mahfud MD: Polri Harus Tinggalkan Budaya Militeristik Menuju Polisi Sipil yang Humanis

- Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15 WIB
Mahfud MD: Polri Harus Tinggalkan Budaya Militeristik Menuju Polisi Sipil yang Humanis

Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menegaskan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) harus segera meninggalkan budaya militeristik dalam menjalankan tugasnya. Pernyataan ini disampaikan sejalan dengan visi Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) yang mengusung konsep polisi sipil atau civilian police sebagai fondasi transformasi institusi keamanan tersebut.

Menurut Mahfud, rekomendasi yang telah diserahkan KPRP kepada Presiden Prabowo Subianto menekankan perlunya perubahan paradigma kepolisian menjadi lebih humanis dan dekat dengan masyarakat. Transformasi ini dinilai krusial agar Polri mampu menjalankan fungsi utamanya secara optimal.

"Nah nanti bentuk-bentuknya itu akan menjadikan civilian police, polisi-polisi sipil bukan militer. Polisi sipil," ujar Mahfud di Kantor KPRP, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, konsep polisi sipil akan mengembalikan peran kepolisian pada esensi pengayoman, perlindungan, dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, personel Polri diharapkan tidak lagi dipandang sebagai aparat yang menakutkan, melainkan sebagai sosok yang disenangi dan menjadi rujukan publik.

"Protagonis itu tokohnya yang menjadi rujukan, yang disenangi, gitu kan. Sehingga nanti polisi itu nanti paradigmanya tuh disenangi orang. Semua apa-apa ingin bersahabat dengan polisi. Demokratis, transparan, bersaudara itu protagonis," tuturnya.

Di sisi lain, Mahfud secara tegas mengingatkan Polri untuk meninggalkan berbagai perilaku negatif yang selama ini menggerogoti kepercayaan publik. Ia menyebut sejumlah praktik yang harus dihapuskan, seperti gaya militeristik, hedonisme, pemerasan, hingga keterlibatan dalam melindungi perjudian.

"Jangan militeristik, jangan hedonis, jangan memeras, jangan membekingi perjudian, jangan macam-macam lah yang jelek-jelek itu, flexing-flexing dan macam-macam itu kan perilaku yang banyak perilaku aktual maksudnya perilaku aktual," kata Mahfud.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar