Cek Kesehatan Gratis Pemerintah Jangkau 100 Juta Warga, Baru Sepertiga dari Total Penduduk

- Kamis, 07 Mei 2026 | 00:15 WIB
Cek Kesehatan Gratis Pemerintah Jangkau 100 Juta Warga, Baru Sepertiga dari Total Penduduk

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digulirkan pemerintah sejak awal tahun lalu kini telah menjangkau sekitar 100 juta warga Indonesia, sebuah pencapaian yang dinilai sebagai respons positif dari masyarakat terhadap layanan kesehatan primer tersebut.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, M. Qodari, mengungkapkan bahwa angka tersebut menunjukkan tren kemajuan yang signifikan. Sejak pertama kali diluncurkan pada Februari 2025, program ini awalnya hanya diakses oleh 70 juta jiwa. Namun, memasuki awal Mei 2026, jumlah itu bertambah lebih dari 30 juta jiwa.

"Total sudah 100 juta penduduk Indonesia mendapatkan CKG," katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Menurut Qodari, keberhasilan menjangkau angka 100 juta peserta tidak terlepas dari luasnya jangkauan fasilitas kesehatan yang tersedia. Saat ini, program CKG dapat dimanfaatkan di lebih dari 10.000 puskesmas yang tersebar di 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Di sisi lain, Qodari mengingatkan jajaran pemerintah untuk tidak cepat berpuas diri. Ia menekankan bahwa target utama program ini adalah memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia yang jumlahnya kini hampir mendekati 300 juta jiwa.

"Perjalanan kita masih panjang karena penduduk Indonesia sekarang hampir 290 juta. Baru sepertiga," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Kesehatan periode 1 Januari hingga 3 Mei 2026, program skrining kesehatan khusus untuk anak usia sekolah telah menjangkau 4,8 juta anak di 48 ribu sekolah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22,1 persen atau sekitar 663 ribu anak tercatat mengalami peningkatan tekanan darah tinggi.

"Fenomena baru ini, anak-anak sudah darah tinggi. Penguatan deteksi di puskesmas akan dilakukan dengan alat NPOCD, Near Point of Care Testing, dan pemeriksaan X-ray yang akan dimulai pada semester II tahun ini," kata Qodari menambahkan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar