Kenaikan Yesus Kristus 2026 Jatuh pada 14 Mei, Pemerintah Tetapkan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama

- Kamis, 07 Mei 2026 | 01:00 WIB
Kenaikan Yesus Kristus 2026 Jatuh pada 14 Mei, Pemerintah Tetapkan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama

Setelah merayakan Paskah, umat Kristiani akan kembali memperingati hari besar keagamaan lainnya, yakni Kenaikan Yesus Kristus, yang pada tahun 2026 jatuh pada Kamis, 14 Mei 2026. Perayaan ini menjadi momen refleksi atas peristiwa naiknya Yesus Kristus ke Surga yang terjadi 40 hari setelah kebangkitan-Nya di Hari Paskah. Istimewanya, tahun ini peringatan tersebut bertepatan dengan hari libur nasional, sehingga umat Kristiani dapat merayakannya secara lebih khidmat.

Bagi umat Kristiani, makna Kenaikan Yesus Kristus sangatlah mendalam dan fundamental. Peringatan ini bukan sekadar hari raya, melainkan puncak dari rangkaian misi penebusan Yesus di dunia. Sebelum terangkat ke Surga, Yesus wafat di kayu salib untuk menebus dosa manusia, yang diperingati sebagai Jumat Agung. Tiga hari kemudian, Ia bangkit dari kematian dan menang atas dosa, sebuah peristiwa yang dirayakan sebagai Hari Paskah, yang selalu jatuh pada hari Minggu.

Berdasarkan catatan dalam Perjanjian Baru di Alkitab, peristiwa kenaikan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju turunnya Roh Kudus pada hari Pentakosta. Sementara itu, mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, pemerintah telah menetapkan Kenaikan Yesus Kristus sebagai hari libur nasional. Tidak hanya itu, keesokan harinya, Jumat, 15 Mei 2026, juga ditetapkan sebagai cuti bersama.

Dengan adanya dua hari libur beruntun tersebut, periode ini menjadi salah satu akhir pekan panjang atau long weekend di bulan Mei 2026. Momen ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur atau menghabiskan waktu bersama keluarga, tanpa meninggalkan esensi spiritual dari perayaan itu sendiri.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar