Serangan Israel Tewaskan Komandan Senior Pasukan Radwan Hizbullah di Beirut

- Kamis, 07 Mei 2026 | 02:10 WIB
Serangan Israel Tewaskan Komandan Senior Pasukan Radwan Hizbullah di Beirut

Serangan udara Israel untuk pertama kalinya dalam hampir satu bulan menghantam pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada Rabu (6/5/2026), menewaskan seorang komandan senior dari pasukan elit Radwan milik Hizbullah. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi bahwa target serangan tersebut adalah seorang komandan dari unit khusus yang dikenal sebagai pasukan Radwan. Sumber yang dekat dengan Hizbullah, yang berbicara dengan syarat anonim, mengidentifikasi korban tewas sebagai Malek Ballout, seorang komandan operasi di pasukan Radwan.

Kantor berita resmi Lebanon, National News Agency, melaporkan bahwa pesawat tempur Israel menargetkan kawasan Ghobeiri, sebuah distrik di pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai basis kuat Hizbullah. Jurnalis di lokasi kejadian melaporkan melihat kepulan asap membumbung dari area yang menjadi sasaran serangan. Wilayah Beirut dan pinggiran selatannya sebelumnya relatif terhindar dari serangan Israel sejak 8 April, ketika gelombang bombardir besar-besaran di seluruh Lebanon menewaskan lebih dari 350 orang.

Serangan terbaru ini terjadi di tengah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut adanya “peluang yang sangat baik” untuk mencapai kesepakatan damai dengan Iran. Hizbullah sendiri, yang merupakan sekutu utama Iran, sebelumnya menyeret Lebanon ke dalam konflik regional pada 2 Maret dengan melancarkan serangan terhadap Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Teheran. Sejak saat itu, agresi militer Israel di Lebanon telah menewaskan lebih dari 2.700 orang dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi, terutama dari wilayah selatan dan timur Lebanon serta pinggiran selatan Beirut.

Meskipun gencatan senjata mulai berlaku pada 17 April, Israel berulang kali melanjutkan bombardir di Lebanon, khususnya di wilayah selatan. Sebagai respons, Hizbullah juga terus melancarkan serangan balasan terhadap pasukan Israel. Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun ada upaya diplomatik, ketegangan di kawasan tersebut masih jauh dari mereda.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar