Yamaha Uji Coba Motor Listrik Swap Battery di Jabodetabek Lewat Kemitraan Ride Sharing

- Jumat, 15 Mei 2026 | 14:30 WIB
Yamaha Uji Coba Motor Listrik Swap Battery di Jabodetabek Lewat Kemitraan Ride Sharing

Persaingan di segmen sepeda motor listrik di Indonesia kian memanas. Meskipun pangsa pasarnya masih sangat kecil jika dibandingkan dengan motor berbahan bakar konvensional, tren pertumbuhannya perlahan menunjukkan peningkatan. Kondisi inilah yang mendorong Yamaha untuk melanjutkan riset pengembangan motor listrik, kali ini dengan mengadopsi sistem baterai yang dapat ditukar atau swap battery.

Berbeda dengan proyek sebelumnya, yakni model E01 yang menggunakan baterai tanam, pada tahap ini Yamaha memilih untuk menggandeng penyedia jasa layanan ride sharing. Langkah ini diambil untuk mengevaluasi secara langsung performa kendaraan listrik berteknologi swap battery yang akan dioperasikan oleh para mitra pengemudi. Mereka dinilai sebagai pihak yang paling memahami kebutuhan mobilitas di perkotaan, sekaligus menjadi tolok ukur potensi bisnis yang dapat dihasilkan dari skema ini.

Direktur PT Yamaha Indonesia Motor Mfg, Satoshi Takagi, menegaskan komitmen perusahaannya dalam menghadirkan solusi mobilitas yang selaras dengan isu lingkungan dan sosial.

"Saat ini Yamaha memasuki fase kedua pengujian kendaraan listrik dengan menggunakan model swap battery. Bekerja sama dengan salah satu penyedia jasa layanan ride sharing, melalui proyek ini kami akan melihat bagaimana efektivitas kendaraan listrik Yamaha dalam mendukung mobilitas masyarakat perkotaan dan juga potensi bisnisnya," ujar Satoshi Takagi dalam pernyataan resminya.

Melalui berbagai studi komprehensif yang dilakukan, pabrikan asal Jepang ini berharap dapat benar-benar menghadirkan kendaraan ramah lingkungan. Target utamanya adalah menjawab kebutuhan mobilitas sekaligus gaya hidup konsumen di Indonesia. Dengan skema kolaborasi ini, Yamaha juga turut mendorong terbentuknya jaringan ekosistem yang memberikan nilai tambah, terutama dalam mempermudah akses mobilitas pengguna dan mengatasi persoalan sosial.

Sementara itu, karena model yang digunakan dalam studi kali ini adalah kendaraan listrik dengan sistem swap battery, Yamaha akan berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait untuk menyediakan stasiun penukaran baterai mandiri. Stasiun-stasiun tersebut ditargetkan minimal tersebar di berbagai titik strategis di wilayah Jabodetabek. Keberadaan infrastruktur ini sekaligus menjadi sarana bagi Yamaha untuk mempelajari ekosistem penanganan baterai kendaraan listrik secara menyeluruh, baik dari sisi hulu maupun hilir.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags