Jasad Pria Mengapung di Sungai Tallo Makassar, Polisi Selidiki Identitas dan Penyebab Kematian

- Jumat, 15 Mei 2026 | 11:00 WIB
Jasad Pria Mengapung di Sungai Tallo Makassar, Polisi Selidiki Identitas dan Penyebab Kematian

Penemuan sesosok jasad pria yang mengapung di aliran Sungai Tallo menggegerkan warga BTN Antara, Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, pada Kamis (14/5/2026). Warga setempat yang pertama kali melihat korban mendapati tubuhnya sudah membengkak dan terapung di permukaan sungai. Saat ditemukan, korban diketahui mengenakan kaos biru dan celana pendek.

Peristiwa itu langsung menyita perhatian masyarakat sekitar. Warga berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk menyaksikan proses evakuasi yang dilakukan aparat kepolisian. Suasana di tepi sungai pun sempat riuh oleh kehadiran puluhan orang yang ingin mengetahui lebih jauh perihal penemuan tersebut.

Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin, membenarkan adanya penemuan jasad laki-laki di kawasan Sungai Tallo. “Benar, telah ditemukan mayat berjenis kelamin laki-laki mengapung di Sungai Tallo,” ujarnya, Kamis malam (14/5/2026).

Setelah menerima laporan dari warga, personel Polsek Tamalanrea segera menuju lokasi untuk melakukan pengamanan area dan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara. Tak lama berselang, Tim Identifikasi Polrestabes Makassar bersama Tim Dokpol Polda Sulawesi Selatan diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta identifikasi terhadap korban.

Petugas kemudian mengevakuasi jasad korban ke area dekat jembatan BTN Antara sebelum akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulsel untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas korban serta penyebab pasti kematiannya.

“Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas korban serta penyebab pasti kematiannya,” jelas Wahiduddin. Polisi kini terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan melakukan pendalaman terkait penemuan mayat tersebut.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar