Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Jepang Utara, Tak Picu Tsunami atau Kerusakan Signifikan

- Sabtu, 16 Mei 2026 | 00:20 WIB
Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Jepang Utara, Tak Picu Tsunami atau Kerusakan Signifikan

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,3 mengguncang wilayah Jepang Utara, namun tidak memicu peringatan tsunami maupun laporan kerusakan signifikan. Guncangan tersebut terjadi pada pukul 20.22 waktu setempat di perairan Pasifik, tepatnya di lepas pantai utara Prefektur Miyagi, menurut keterangan Badan Meteorologi Jepang (JMA). Peristiwa ini muncul tidak lama setelah gempa dahsyat berkekuatan 7,7 skala Richter yang melanda area serupa pada April lalu dan sempat memicu peringatan tsunami.

Meskipun peringatan khusus pascagempa April telah dicabut, JMA sebelumnya telah mengingatkan bahwa potensi gempa besar di kawasan tersebut masih terbuka lebar. Sementara itu, penyiar publik NHK melaporkan pada Jumat bahwa tidak ditemukan anomali pada pembangkit listrik tenaga nuklir di Miyagi dan Fukushima. Kedua fasilitas itu berjarak sekitar 125 kilometer dari pusat gempa terkini.

Di sisi lain, East Japan Railway mengumumkan bahwa operasi kereta cepat Shinkansen sempat dihentikan sementara sebagai langkah antisipasi terhadap guncangan. Keputusan ini diambil untuk memastikan keselamatan penumpang dan memeriksa integritas jalur rel.

Sebagai negara dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia, Jepang berada di atas empat lempeng tektonik utama di sepanjang tepi barat “Cincin Api” Pasifik. Regulasi konstruksi yang ketat telah diterapkan untuk memastikan bangunan mampu bertahan terhadap gempa bumi yang kuat. Namun, trauma terhadap gempa bawah laut berkekuatan 9,0 skala Richter pada 2011 masih membayangi. Bencana itu tidak hanya memicu tsunami yang menewaskan atau menghilangkan sekitar 18.500 jiwa, tetapi juga menyebabkan kebocoran reaktor nuklir di pembangkit listrik Fukushima.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar