Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,3 mengguncang wilayah Jepang pada Jumat malam, tanpa memicu peringatan tsunami maupun laporan kerusakan signifikan. Guncangan tersebut terjadi di perairan Pasifik, tepatnya di lepas pantai utara Prefektur Miyagi, pada pukul 20.22 waktu setempat. Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat pusat gempa berada di kedalaman yang cukup dalam, sehingga potensi gelombang besar tidak muncul setelah kejadian.
Peristiwa ini muncul di tengah meningkatnya kewaspadaan publik setelah gempa dahsyat berkekuatan 7,7 skala Richter melanda wilayah yang sama pada April lalu. Saat itu, otoritas sempat mengeluarkan peringatan tsunami yang membuat warga di pesisir timur laut Jepang bersiaga. Meskipun peringatan khusus telah dicabut, JMA terus mengingatkan bahwa potensi gempa besar masih mengintai di kawasan tersebut.
Sementara itu, penyiar publik NHK melaporkan bahwa tidak ditemukan anomali pada sistem operasional pembangkit listrik tenaga nuklir di Miyagi dan Fukushima. Kedua fasilitas tersebut berada sekitar 125 kilometer dari pusat gempa. Di sisi lain, East Japan Railway mengumumkan penghentian sementara operasional kereta cepat Shinkansen sebagai langkah antisipasi terhadap guncangan susulan.
Jepang, yang bertumpu pada empat lempeng tektonik utama di sepanjang tepi barat Cincin Api Pasifik, dikenal sebagai salah satu negara paling rawan gempa di dunia. Regulasi konstruksi yang ketat telah diterapkan untuk memastikan bangunan mampu bertahan terhadap guncangan kuat. Namun, trauma terhadap bencana masa lalu masih membayangi, terutama gempa bawah laut berkekuatan 9,0 skala Richter pada 2011 yang memicu tsunami dahsyat. Bencana itu menewaskan atau menghilangkan sekitar 18.500 jiwa serta menyebabkan kebocoran reaktor nuklir di Pembangkit Listrik Fukushima.
Artikel Terkait
OJK: Program Penjaminan Polis Jadi Fondasi Baru Perlindungan Pemegang Polis
Joey Pelupessy Akui Duet dengan Ivar Jenner di Lini Tengah Timnas Indonesia Mulai Tumbuh
Trump Klaim Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache AS di Selat Hormuz, Dua Pilot Selamat
TNI Bantah Sekolah di Ende Digusur untuk Bangun Koperasi, Beberkan Kronologi Kerusakan Bangunan