Alfeandra Dewangga dipastikan tidak lagi berseragam Persib Bandung setelah kompetisi musim 2025-2026 usai. Bek berusia 24 tahun itu memilih mengakhiri kebersamaannya dengan Maung Bandung dan mencari peluang baru di musim depan.
Keputusan ini menandai perjalanan singkat Dewangga bersama Persib. Ia datang dengan harapan besar, tetapi persaingan ketat di lini belakang membuatnya kesulitan menembus posisi reguler di skuad utama. Selama membela Persib, Dewangga mencatat sembilan penampilan di Super League dan tiga pertandingan di AFC Champions League Two. Minimnya menit bermain menjadi pertimbangan utama di balik langkahnya.
Dewangga ingin kembali menemukan ritme permainan yang konsisten. Ia menilai peluang itu lebih mungkin didapatkan di luar Persib. Meski berpisah, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh elemen klub.
“Terima kasih untuk keluarga besar Persib, jajaran pelatih, ofisial, dan manajemen karena saya bisa ikut dalam perjuangan tim selama satu musim. Perjuangan yang tidak mudah. Untuk Bobotoh, terima kasih sambutan dan dukungan hangatnya dari awal datang sampai sekarang,” kata Dewa dalam pernyataan yang dikutip dari laman resmi Persib Bandung, Selasa (23/6/2026).
Dewangga juga mengaku bangga pernah menjadi bagian dari skuad yang berhasil meraih gelar juara. Pengalaman itu menjadi salah satu momen penting dalam kariernya. Atmosfer dukungan Bobotoh disebutnya sebagai kesan paling mendalam selama berada di Bandung. Dukungan tersebut, menurut dia, memberi pengalaman berbeda dalam perjalanan profesionalnya.
Ia menegaskan keputusan meninggalkan Persib tidak berkaitan dengan masalah internal klub. Langkah ini murni diambil untuk kepentingan pengembangan karier sebagai pemain profesional. “Saya pergi untuk memperbaiki performa dan semoga bisa bertemu di lain kesempatan. Saya sangat mencintai Persib, Bobotoh, dan Kota Bandung,” ujarnya.
Dengan kepergian ini, Persib kehilangan salah satu bek muda yang dinilai masih memiliki potensi berkembang, baik di kompetisi domestik maupun Asia. Dewangga kini bersiap membuka lembaran baru dalam karier sepak bolanya.
Artikel Terkait
Skuad Garuda Siap Hadapi Thailand di AVC Men's Volleyball Cup 2026, Fauzan Nibras Jadi Senjata Andalan
Portugal di Ujung Tanduk: Ronaldo dan As Seleção Berjuang Hindari Kegagalan Dini di Piala Dunia 2026
Skuad Garuda Siap Hadapi Thailand di AVC Men's Volleyball Cup 2026, Fauzan Nibras Jadi Senjata Andalan
Skuad Garuda Siap Hadapi Thailand di AVC Men's Volleyball Cup 2026, Fauzan Nibras Jadi Senjata Andalan