Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu, 6 Mei 2026, mengonfirmasi bahwa wabah yang melanda kapal pesiar Belanda MV Hondius disebabkan oleh virus Andes (ANDV), jenis hantavirus langka yang endemis di benua Amerika. Temuan ini memicu kekhawatiran global karena sifat unik virus tersebut yang mampu menular antarmanusia, berbeda dari kebanyakan hantavirus lain yang hanya ditularkan melalui hewan pengerat.
Virus Andes pertama kali diidentifikasi pada tahun 1995 di Argentina dan Chili. Menurut panduan pemerintah Inggris, patogen ini menjadi satu-satunya jenis hantavirus yang terbukti dapat menyebar dari manusia ke manusia melalui kontak dekat. Secara alami, virus ini dibawa oleh tikus liar dari spesies Oligoryzomys longicaudatus, anggota famili Cricetidae yang habitatnya tersebar luas di Amerika Selatan.
Infeksi virus Andes menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS), penyakit yang menyerang paru-paru dan sistem kardiovaskular. Gejalanya meliputi sesak napas berat, penurunan tekanan darah drastis, syok, hingga risiko kematian. Hingga saat ini, belum ditemukan vaksin maupun pengobatan spesifik untuk menangani infeksi ini.
Tingkat fatalitas virus Andes tergolong sangat tinggi. Data dari WHO menunjukkan bahwa angka kematian akibat hantavirus secara umum berkisar kurang dari satu persen hingga 15 persen di Asia dan Eropa, namun melonjak hingga 50 persen di benua Amerika. Khusus untuk HCPS yang dipicu virus Andes, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat mencatat angka kematian dapat melebihi 40 persen.
Meskipun demikian, publik tidak perlu panik. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan bahwa risiko kesehatan terhadap masyarakat secara keseluruhan masih rendah.
"Risiko kesehatan terhadap masyarakat tetap rendah," ujar Tedros dalam pernyataannya yang dikutip dari laporan BBC.
Wabah tersebut masih terisolasi di dalam kapal MV Hondius. Berdasarkan data pemantauan, kapal itu saat ini berada di perairan Afrika Barat dalam perjalanan menuju Praia. Sebelumnya, pemimpin pemerintah regional Kepulauan Kanari, Spanyol, Fernando Clavijo, pada Rabu, 6 Mei 2026, menolak izin sandar kapal tersebut di wilayahnya.
Hingga berita ini disusun, dilaporkan tiga penumpang di atas MV Hondius telah meninggal dunia. Sementara itu, tiga orang lainnya yang menunjukkan gejala serupa telah dievakuasi dari kapal untuk mendapatkan perawatan medis intensif di Belanda.
Artikel Terkait
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Surabaya 7 Mei 2026: Subuh Pukul 04.13 WIB, Magrib 17.24 WIB
Pramono Anung Tambah Lokasi Car Free Day di Rasuna Said untuk Perluas Ruang Publik Sehat Jakarta
Anies Baswedan: Guru yang Tanamkan Nilai dan Etika Tak Tergantikan AI
Serangan Israel Tewaskan Komandan Senior Pasukan Radwan Hizbullah di Beirut