Suasana mencekam menyelimuti kapal pesiar ekspedisi MV Hondius berbendera Belanda yang kini tertahan di lepas pantai Tanjung Verde, Afrika Barat. Kapal yang membawa 149 penumpang tersebut dilarang merapat setelah wabah virus langka, yang diidentifikasi sebagai hantavirus, menewaskan tiga orang penumpang dan menyebabkan empat lainnya jatuh sakit.
Hantavirus merupakan penyakit yang umumnya ditularkan melalui hewan pengerat, namun kemunculannya di atas kapal pesiar mewah ini memicu kepanikan massal. Saat ini, seluruh penumpang diwajibkan mengikuti protokol ketat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), termasuk kewajiban menjaga jarak fisik guna menekan laju penularan di atas kapal.
Pemerintah Tanjung Verde segera mengambil langkah cepat dengan mengirimkan tim medis spesialis ke atas kapal yang saat ini masih bersandar di perairan Samudra Atlantik, dekat kota Praia. Tim yang terdiri dari dokter bedah, perawat, dan ahli laboratorium tersebut bekerja dengan perlindungan maksimal menggunakan pakaian hazmat, sepatu bot, dan masker. Langkah ini diambil untuk melakukan penilaian medis awal terhadap para penumpang yang sakit sebelum otoritas memberikan izin evakuasi lebih lanjut. Mengingat risiko penularan yang tinggi, kapal tetap berada dalam pengawasan ketat militer dan otoritas pelabuhan setempat guna mencegah penyebaran virus ke daratan.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan perhatian khusus pada kasus ini karena adanya indikasi penularan antarmanusia. WHO menjelaskan bahwa penularan diduga terjadi pada lingkungan kontak yang sangat dekat.
“Kami meyakini bahwa mungkin ada penularan dari manusia ke manusia yang terjadi di antara kontak yang sangat dekat, seperti suami dan istri, orang-orang yang berbagi kabin, dan sebagainya,” ungkap perwakilan WHO, Maria Van Kerkhove, Rabu 6 Mei 2026.
Berdasarkan analisis masa inkubasi virus yang berkisar antara satu hingga enam minggu, WHO berasumsi bahwa pasien pertama dan istrinya telah terinfeksi sebelum mereka menaiki kapal. “Pasien awal, kasus pertama dan istrinya, mereka bergabung dengan kapal di Argentina. Dengan mempertimbangkan masa inkubasi hantavirus, asumsi kami adalah mereka terinfeksi di luar kapal,” tambah Maria.
Artikel Terkait
Ratusan Pedagang Pasar Angke Diwajibkan Pilah Sampah Sebelum Dibuang
Polisi Bekuk Dua Pelaku Pencurian Kabel Fiber Optik di Gudang Serang, Tiga Buron
JPU Pertanyakan Independensi Mantan Ketua BPK Agung Firmansyah sebagai Ahli dalam Sidang Korupsi Pengadaan Chromebook
Macron Kecam Serangan di Selat Hormuz yang Lukai Awak Kapal Prancis