Turnamen Domino di Palangka Raya Jadi Ajang Pencarian Atlet untuk Kejurnas 2026

- Senin, 13 April 2026 | 22:00 WIB
Turnamen Domino di Palangka Raya Jadi Ajang Pencarian Atlet untuk Kejurnas 2026

Geliat turnamen domino di Kalimantan Tengah benar-benar mencuri perhatian. Bagi Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB ORADO), ajang yang digelar di Duta Mall Palangka Raya pada 13-14 April 2026 itu bukan cuma sekadar kompetisi biasa. Mereka melihatnya sebagai peluang emas untuk menjaring bibit-bibit unggulan, yang nantinya akan diarahkan ke Kejuaraan Nasional di tahun yang sama.

Acara itu sendiri dirangkaikan dengan momen penting lain: pelantikan pengurus resmi. Jadi, selain untuk mencari atlet, turnamen ini juga jadi ajang konsolidasi organisasi. Menurut sejumlah pengurus, kedua hal ini harus berjalan beriringan.

Ketua Umum PB ORADO, Yooky Tjahrial, punya pandangan khusus. Dia menegaskan bahwa kejuaraan tingkat provinsi semacam ini adalah fondasi.

“Turnamen domino ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang pembinaan yang memperkuat soliditas organisasi serta menjaring atlet terbaik dari daerah,” kata Yooky.

Jadi, jelas sekali arahnya. Hasil dari kejuaraan provinsi ini akan jadi bahan pertimbangan utama untuk menyiapkan tim nasional.

Di sisi lain, kalender organisasi memang sedang padat. Kejurnas sendiri rencananya bakal digelar di Megamendung, Bogor, pada 24-26 April 2026. Nah, untuk sampai ke sana, proses seleksinya harus ketat dan berjenjang. Itulah yang ditekankan oleh Ketua Bidang Humas PB ORADO, Henry Kurnia Adhi atau yang akrab disapa Jhon LBF.

"Sekaligus memastikan proses seleksi atlet berjalan kompetitif dan berjenjang,” ujar Henry.

Antusiasme peserta di Palangka Raya ternyata luar biasa. Ini sekaligus jadi sinyal bagus, menunjukkan bahwa olahraga domino punya basis penggemar yang kuat dan potensi atlet yang menjanjikan di daerah. Kalimantan Tengah, dengan partisipasi masif ini, siap menyuplai talenta terbaiknya.

Melihat respons yang positif, PB ORADO tentu berharap turnamen daerah bisa konsisten digelar. Strategi besarnya sederhana: membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan. Harapannya, daya saing atlet Indonesia di panggung Kejurnas 2026 nanti bisa jauh lebih kuat. Semua berawal dari ajang-ajang seperti di Palangka Raya ini.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar