MANAMA Suara ledakan keras mengagetkan warga Manama pada Minggu malam (8/3/2026). Bukan serangan yang diantisipasi, melainkan sebuah rudal pertahanan udara Patriot milik Amerika Serikat yang nyasar dan akhirnya menghantam kawasan permukiman di ibu kota Bahrain itu.
Menurut laporan stasiun televisi Irak, Rudaw, rudal canggih bernilai miliaran rupiah itu mengalami kegagalan fungsi. Alih-alih menangkis serangan drone dari Iran, sistemnya error. Akibatnya, rudal itu justru meluncur tak terkendali.
Rekaman video yang beredar luas di media sosial, diunggah oleh warga setempat, menggambarkan situasi yang mencekam. Terlihat rudal Patriot melesat rendah dari tempat peluncurannya. Gerakannya tidak wajar. Hanya beberapa saat setelah diluncurkan, benda itu menghujam langsung ke kawasan rumah penduduk.
Dampaknya segera terasa. Insiden ini menyebabkan sedikitnya sepuluh orang mengalami luka-luka.
Namun begitu, angka korban sebenarnya mungkin lebih besar. Sebelum kejadian Patriot nyasar ini, Kementerian Kesehatan Bahrain sudah lebih dulu merilis data. Mereka menyebutkan bahwa serangan rudal dan drone yang menimpa Distrik Sitra pada Minggu malam itu telah melukai 32 orang. Empat di antaranya dilaporkan dalam kondisi yang cukup serius.
Rudal Patriot itu merupakan bagian dari sistem pertahanan yang menjaga pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama. Ironisnya, sistem yang seharusnya melindungi justru berbalik mengancam. Padahal, harga satu unit rudal pencegatnya saja mencapai 4 juta dolar AS, atau jika dirupiahkan kira-kira Rp67,9 miliar. Mahal, tapi nyatanya tak menjamin keselamatan sempurna.
Artikel Terkait
Puluhan Dapur Makan Bergizi Gratis di Jombang Berhenti Beroperasi Akibat Dana Operasional dari BGN Mandek
Timnas Indonesia Tutup FIFA Matchday Juni 2026 dengan Kemenangan Sempurna, Taklukkan Mozambik 1-0
WNA Singapura Ditemukan Tewas di Apartemen Batam Center, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Timnas Putri Indonesia Ditahan Imbang Kamboja di Laga Penutup FIFA Matchday