Prapenjualan Kota Deltamas Kuartal I 2026 Tembus Rp561,4 Miliar, Ditopang Lahan Industri dan Data Center

- Kamis, 23 April 2026 | 16:40 WIB
Prapenjualan Kota Deltamas Kuartal I 2026 Tembus Rp561,4 Miliar, Ditopang Lahan Industri dan Data Center

IDXChannel Kota Deltamas, kawasan modern dan terpadu yang dikembangkan PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), baru saja mengumumkan angka prapenjualan mereka. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, marketing sales yang dibukukan mencapai Rp561,4 miliar. Cukup menarik, angka ini ternyata 26 persen lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu, yang saat itu hanya Rp446 miliar. Lebih dari itu, pencapaian di kuartal pertama ini sudah memenuhi 27 persen dari target setahun penuh, yakni Rp2,08 triliun. Menurut Direktur & Sekretaris Perusahaan Deltamas, Tondy Suwanto, penjualan lahan industri masih jadi andalan utama. “Penjualan lahan industri masih menjadi tulang punggung atas pencapaian prapenjualan di awal tahun 2026 ini,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (23/4/2026). Namun begitu, bukan cuma lahan industri yang berkontribusi. Sektor hunian, terutama rumah tapak, juga ikut mendongkrak angka penjualan. Tondy menambahkan, permintaan lahan industri di Deltamas terus mengalir deras. Salah satu pendorongnya adalah perkembangan teknologi informasi, khususnya kecerdasan buatan atau AI. Saat ini, perseroan menyediakan kawasan khusus data center di GIIC Kota Deltamas. “Dari sekitar 75 hektare permintaan lahan industri di awal tahun 2026 ini, lebih separuhnya berasal dari sektor data center,” ujar Tondy. Di sisi lain, perseroan tetap berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi konsumen. Mereka juga terus mengembangkan kawasan industri, hunian, dan komersial. Semua ini sejalan dengan misi jangka panjang: menjadikan Kota Deltamas sebagai kawasan terpadu yang modern, ramah lingkungan, dan pusat regional di timur Jakarta. Pada akhirnya, mereka ingin terus meningkatkan nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan. (Rahmat Fiansyah)

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar