BWF Jadikan Indonesia Open 2026 Tolok Ukur Standar Turnamen Global

- Senin, 08 Juni 2026 | 01:15 WIB
BWF Jadikan Indonesia Open 2026 Tolok Ukur Standar Turnamen Global

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menilai penyelenggaraan Polytron Indonesia Open 2026 layak menjadi tolok ukur bagi pengembangan standar turnamen bulu tangkis global, terutama dalam hal kreativitas, penerapan teknologi, dan pengalaman yang diberikan kepada penonton.

Events Director BWF, Selvaamresh Supramaniam, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap panitia penyelenggara dan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) atas keberhasilan turnamen tahun ini. “Selamat untuk panitia penyelenggara, PBSI, atas kesuksesan Polytron Indonesia Open 2026. Ini lebih dari ekspektasi kami. Salah satunya dari penggunaan LED dan kreativitas di baliknya sangat bagus,” ujarnya dalam konferensi pers di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu.

Menurut Supramaniam, berbagai uji coba yang dilakukan dalam turnamen level Super 1000 tersebut memberikan banyak pelajaran berharga bagi BWF. Inovasi yang diterapkan di Indonesia Open 2026 dinilai dapat menjadi masukan penting untuk mempersiapkan penyelenggaraan turnamen-turnamen lain di masa mendatang. “BWF belajar banyak dari uji coba yang dilakukan di sini sehingga kami bisa mempersiapkan tuan rumah lain dan mempersiapkan diri kami sendiri untuk ke depannya,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Polytron Indonesia Open 2026, Achmad Budiharto, mengungkapkan bahwa turnamen tahun ini dirancang tidak semata-mata sebagai ajang pertandingan. Tujuan utamanya adalah mengembalikan euforia bulu tangkis di Indonesia. Konsep sportainment menjadi pendekatan utama yang menggabungkan pertandingan kelas dunia, berbagai aktivitas di kawasan Istora, sesi meet and greet, serta hiburan.

“Pada waktu event ini dirancang secara konsep, ada beberapa objektif yang mau kami capai. Yang pertama adalah kami ingin mengembalikan lagi euforia bulu tangkis Indonesia,” jelas Budiharto. Ia menambahkan, tema “Pride of the Nation” dimaknai sebagai kebanggaan bagi masyarakat Indonesia, PBSI, dan BWF. Meskipun harapan untuk melihat wakil Indonesia meraih gelar juara belum terwujud, penyelenggaraan tahun ini dinilai berjalan dengan baik, lancar, aman, dan tanpa kendala berarti.

“Walaupun memang ada harapan event ini bisa lebih lengkap kalau kita bisa mendapatkan gelar juara, tapi itu hanya masalah waktu. Saya percaya hal itu,” ujar Budiharto.

Di sisi lain, Supramaniam menekankan bahwa kebanggaan terbesar dari Indonesia Open tidak hanya tercermin dari kualitas penyelenggaraan, tetapi juga dari antusiasme para suporter yang memadati Istora sepanjang pekan. “Pride of the Nation bukan hanya soal Indonesia Open, tapi kebanggaan bangsa itu adalah para suporter di Indonesia. Minggu ini kita melihat suporter datang dan menikmati acara, itulah kebanggaan bangsa yang sebenarnya,” tuturnya.

Perubahan signifikan akan terjadi pada penyelenggaraan Indonesia Open tahun depan. Budiharto menyebutkan bahwa durasi turnamen level Super 1000 tersebut akan diperpanjang menjadi 11 hari. Selvaam juga mengonfirmasi bahwa BWF akan meningkatkan total hadiah untuk turnamen level Super 1000 menjadi dua juta dolar AS, atau sekitar Rp36 miliar, mulai musim depan. Sebagai perbandingan, Indonesia Open 2026 menyediakan total hadiah sebesar 1,45 juta dolar AS, atau sekitar Rp26 miliar. Seluruh pertandingan di dua lapangan pun akan disiarkan secara langsung.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar