Seorang pria berinisial AS, warga Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah diduga terlibat dalam kasus penipuan bermodus menjanjikan kelulusan menjadi anggota Polri dan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pelaku ditangkap oleh jajaran Polres Sampang setelah aksinya merugikan seorang korban hingga ratusan juta rupiah.
Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, mengungkapkan bahwa korban dalam kasus ini adalah seorang warga Kabupaten Sampang berinisial MM. Total kerugian yang dialami korban mencapai sekitar Rp600 juta. “Yang menjadi modus pelaku, dapat meluluskan anggota keluarga korban menjadi anggota Polri,” kata Eko kepada wartawan pada Minggu (7/6).
Menurut keterangan polisi, AS mengaku memiliki akses khusus melalui seorang anggota DPR RI untuk meloloskan warga menjadi anggota Polri. Dalam skema penipuan tersebut, pelaku mematok biaya sebesar Rp70 juta per orang. Korban yang tergiur dengan tawaran itu kemudian mendaftarkan dua keponakan istrinya serta seorang adik ipar dengan total pembayaran Rp210 juta yang diserahkan secara bertahap.
Tidak hanya berhenti di situ, pelaku juga menawarkan jalur masuk menjadi PNS dengan biaya Rp160 juta. Korban yang masih mempercayai pelaku kemudian mendaftarkan istrinya untuk mengikuti jalur tersebut. “Total yang telah disetorkan kepada pelaku mencapai sekitar Rp600 juta. Tetapi yang dijanjikan (jadi anggota Polri maupun PNS) tidak terealisasi,” ucap Eko.
Setelah sekian lama menunggu tanpa kepastian, korban akhirnya meminta uangnya dikembalikan. Namun, pelaku diduga tidak menunjukkan itikad baik untuk mengembalikan uang tersebut. Merasa dirugikan, korban kemudian melaporkan kasus ini ke Polres Sampang hingga akhirnya pelaku berhasil diamankan aparat.
Artikel Terkait
Penjaga Pantai Italia Temukan 10 Jenazah Migran Akibat Kecelakaan Kapal di Perairan Malta
Bidan di Situbondo Tewas Dibanting Batu oleh Suami, Cemburu Buta Jadi Motif Pembunuhan
Pertamina Tangani Kebocoran Pipa Gas di Bekasi Kurang dari 90 Menit
Menteri Lingkungan Hidup Dorong Tobat Ekologis sebagai Gerakan Nasional Atasi Krisis Alam