IHSG Diprediksi Menguat Terbatas, Aksi Jual Asing Masih Membayangi

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:00 WIB
IHSG Diprediksi Menguat Terbatas, Aksi Jual Asing Masih Membayangi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan bergerak positif pada pekan depan, meski ruang penguatannya terbatas. Pada pekan ini, IHSG tercatat menguat 0,64 persen ke level 6.236,13 dari posisi 6.196,43 pada pekan sebelumnya.

Analis pasar modal Hendra Wardhana menilai penguatan yang terjadi masih dibayangi aksi jual investor asing. Dalam sepekan terakhir, investor asing membukukan net sell sekitar Rp1,4 triliun.

"Saya melihat peluang IHSG pada pekan depan masih cenderung bergerak positif, namun kenaikannya kemungkinan bersifat terbatas (limited upside). Meski demikian, penguatan tersebut masih dibayangi aksi jual investor asing yang pada sepekan terakhir membukukan net sell sekitar Rp1,4 triliun," ujarnya kepada kumparan, Minggu (2/8).

Menurut Hendra, kenaikan pekan ini lebih banyak ditopang oleh investor domestik. Karena itu, selama arus dana asing belum kembali masuk secara konsisten, potensi penguatan IHSG masih terbatas.

Dari sisi teknikal, level psikologis 6.300 menjadi resistance penting yang perlu ditembus. Jika sentimen eksternal tetap kondusif dan tidak ada tekanan baru dari pasar global, IHSG berpeluang menguji area tersebut pada awal pekan.

"Apabila sentimen eksternal tetap kondusif dan tidak muncul tekanan baru dari pasar global, IHSG berpeluang menguji area tersebut pada awal pekan. Namun apabila terjadi aksi ambil untung (profit taking), maka area gap di kisaran 6.186 menjadi support terdekat yang perlu dijaga. Selama IHSG mampu bertahan di atas level support tersebut, peluang melanjutkan penguatan secara bertahap masih tetap terbuka," jelasnya.

Sementara itu, investor pada pekan depan diperkirakan masih akan fokus pada sejumlah sentimen utama, terutama perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah. Hal ini menyusul beredarnya dokumen peringatan keamanan Amerika Serikat mengenai potensi eskalasi konflik dengan Iran dan kelompok-kelompok yang didukungnya.

"Fokus investor pada pekan depan diperkirakan masih akan tertuju pada beberapa sentimen utama. Pertama, perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi perhatian setelah beredarnya dokumen peringatan keamanan Amerika Serikat mengenai potensi eskalasi konflik dengan Iran dan kelompok-kelompok yang didukungnya," kata Hendra.

Senada dengan Hendra, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan IHSG juga akan menguat terbatas pada pekan depan. Ia memperkirakan support IHSG berada di level 5.966 dan resistance di level 6.377.

"Untuk sepekan ke depan, kami memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat dengan kecenderungan terbatas, adapun support di 5.966 dan resistance di 6.377," ujarnya.

Herditya menambahkan, investor saat ini masih mencermati sejumlah sentimen, antara lain rilis neraca perdagangan, data makro China, serta data ketenagakerjaan dan NFP AS. Selain itu, isu independensi Bank Indonesia (BI) juga menjadi perhatian pasar.

"Investor masih akan mencermati independensi dan kontinuitas kebijakan moneter Bank Indonesia, serta pergerakan nilai tukar rupiah," kata Herditya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags