Polisi Tangkap Dua Terduga Pembunuh Sekuriti Hotel di Sorong

- Selasa, 02 Juni 2026 | 16:30 WIB
Polisi Tangkap Dua Terduga Pembunuh Sekuriti Hotel di Sorong

Tim gabungan Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua Barat Daya dan Polresta Sorong Kota meringkus dua orang terduga pembunuh Maxi Bless, seorang sekuriti Hotel Rylich Panorama, pada Selasa (2/6/2026) dini hari. Penangkapan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan akibat aksi protes keluarga korban yang sebelumnya memblokade sejumlah ruas jalan di Kota Sorong.

Kedua terduga pelaku ditangkap di kawasan Kamp Kei, Kompleks Surya, Kampung Baru, Distrik Sorong Barat. Lokasi penangkapan berada di area puncak atas yang tidak jauh dari kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Saat proses pengamanan berlangsung, kedua terduga sempat melawan petugas. Namun, aparat yang diterjunkan dalam jumlah cukup besar berhasil mengendalikan situasi dan langsung membawa keduanya ke Mapolresta Sorong Kota.

“Tadi sempat ada sedikit perlawanan, tapi anggota banyak, jadi terduga pelaku langsung diamankan. Mereka tadi langsung dibawa ke Polres,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kapolresta Sorong Kota, Kombes Pol Amry Siahaan, membenarkan adanya penangkapan tersebut saat dikonfirmasi. Namun, ia belum bersedia memaparkan detail kronologi maupun peran masing-masing terduga pelaku dalam peristiwa pembunuhan itu. “Iya benar. Untuk detail penangkapan langsung ke Kasat Reskrim,” katanya melalui pesan singkat pada Selasa (2/6/2026).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Sorong Kota, AKP Afriangga U Tan, belum memberikan keterangan resmi meski telah dihubungi. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap kedua terduga pelaku.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Minggu (26/4/2026) sekitar pukul 03.25 WIT. Maxi Bless ditemukan tewas setelah ditikam oleh orang tidak dikenal di Jalan Puncak Arfak, Kelurahan Kampung Baru, Distrik Sorong Barat. Korban sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Kematian Maxi Bless memicu kemarahan keluarga yang kemudian menggelar aksi blokade di Jalan Sam Ratulangi, tepat di depan Tugu Siswa, Kota Sorong. Massa menuntut polisi segera menangkap pelaku. Aksi tersebut menyebabkan arus lalu lintas lumpuh total karena jalan ditutup menggunakan ban bekas dan kayu yang dibakar. Massa juga mendatangi Polsek Sorong Barat dan Mapolresta Sorong Kota untuk mendesak percepatan pengungkapan kasus. Dengan tertangkapnya dua terduga pelaku, sebagian tuntutan keluarga korban telah terjawab.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar