Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah mempertimbangkan untuk melancarkan operasi tempur berskala besar terhadap Iran. Ia menilai Teheran belum merasakan penderitaan yang cukup sehingga perlu ditekan lebih keras.
"Saya sedang mempertimbangkan serangan masif. Lebih besar dari yang pernah ada sebelumnya. Saya sudah hampir membuat keputusan. Kita sudah bersiap sepenuhnya untuk itu," kata Trump, Jumat (24/7/2026), seperti dikutip dari Aljazeera.
Trump mengakui keputusan itu akan membawa konsekuensi, namun ia belum menetapkan keputusan akhir atau tenggat waktu. Ia juga menyebut Israel akan ambil bagian dalam serangan tersebut. "Israel akan bergabung dalam waktu dua menit jika saya meminta mereka," ujarnya.
Meski demikian, Trump mengatakan akan ada konsekuensi jika Israel ikut serta. Ia mengklaim para pejabat Iran ingin bernegosiasi, tetapi belum siap mencapai kesepakatan.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri AS telah mengeluarkan imbauan mendesak bagi warga negara AS di Timur Tengah untuk bersiap menghadapi situasi perjalanan darurat. Imbauan ini menyusul potensi pembatalan penerbangan dan gangguan perjalanan udara akibat perang dengan Iran.
Artikel Terkait
Ancam Deportasi Warga Israel, Malaysia Dipanggil AS
Rupiah Terperosok ke Rp17.963, Tarif Impor AS dan Defisit Dagang Jadi Beban
Indonesia Kena Tarif Impor AS 10%, Menkeu: Kabar Baik
Purbaya Nilai Tarif Impor AS 10% Lebih Baik dari Skema Sebelumnya