Gorong-gorong Baja Berusia 30 Tahun Keropos, Wagub Rano Sebut Jadi Biang Kerok Amblesnya Jalan Lenteng Agung

- Selasa, 02 Juni 2026 | 16:25 WIB
Gorong-gorong Baja Berusia 30 Tahun Keropos, Wagub Rano Sebut Jadi Biang Kerok Amblesnya Jalan Lenteng Agung

Amblesnya Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, dipicu oleh gorong-gorong baja saluran air yang telah keropos akibat usia tua. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan temuan tersebut saat meninjau lokasi pada Selasa (2/6/2026). Ia menyebut material baja yang digunakan, dikenal dengan istilah armco, telah berusia lebih dari tiga dekade dan mengalami degradasi struktural yang signifikan.

"Nah artinya gini, mana Ibu Kadis (SDA), saya tadi baru bertanya. Pada kenyataannya ini disebut apa besinya? Armco. Jadi memang ini jenis apa ya, besi tapi memang sudah cukup lama, mungkin lebih dari 30 tahun," ujar Rano kepada wartawan di lokasi kejadian.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Rano memerintahkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk segera melakukan pemetaan terhadap seluruh gorong-gorong baja yang berada dalam kondisi serupa. Langkah ini dinilai krusial untuk mengantisipasi potensi ambles susulan di ruas jalan lainnya. Ia tidak menampik kemungkinan kejadian serupa akan kembali terjadi di Jakarta.

"Saya waktu ditanya di mana, saya bilang tidak memungkiri di Jakarta akan terjadi lagi (jalan amblas) karena banyak sekali armco-armco di Jakarta juga pada kondisi yang sama (yaitu) lama, tua, pasti keropos," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rano menyoroti kondisi infrastruktur bawah tanah yang sudah sangat uzur. Ia mencontohkan pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang disebutnya belum pernah diganti selama satu abad terakhir. Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menginventarisasi titik-titik rawan ambles yang disebabkan oleh usia gorong-gorong baja yang sudah tidak layak.

"Kalau besi bahkan kalau dari PDAM saya pernah dikasih tahu, 100 tahun pipa air kita tidak berganti. Jadi artinya, makanya tadi saya baru tanya sudah mulai belum diinventarisir titik-titik mana (berpotensi) terjadi," ucapnya.

Lebih lanjut, Rano menjelaskan bahwa proses inventarisasi tengah berjalan guna memastikan respons cepat jika terjadi kembali insiden serupa. Ia juga mengungkapkan bahwa saluran air di bawah jalan yang ambles tersebut ternyata berasal dari Waduk Universitas Indonesia. Informasi ini menjadi temuan tambahan dalam investigasi awal penyebab kerusakan infrastruktur di kawasan Lenteng Agung.

"Karena kalau terjadi lagi kita tahu segera. Misalnya gini mungkin anda nggak percaya kalau saya cerita ternyata ini sumbernya adalah air dari mana, Bu? Waduk UI," tuturnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar