PB Djarum Gelontorkan Rp512 Juta, Apresiasi Prestasi 47 Atlet Muda

- Rabu, 28 Januari 2026 | 21:00 WIB
PB Djarum Gelontorkan Rp512 Juta, Apresiasi Prestasi 47 Atlet Muda

JAKARTA – Dominasi PB Djarum sebagai kawah candradimuka bagi juara-juara bulu tangkis nasional kembali terbukti. Kali ini, bentuknya adalah apresiasi yang tak tanggung-tanggung: dana sebesar Rp512,7 juta digelontorkan untuk menghargai torehan prestasi para atletnya di tahun 2025, dari kancah nasional hingga dunia.

Penghargaan dari Bakti Olahraga Djarum Foundation ini menyasar atlet-atlet yang bersinar di Kejurnas PBSI 2025, berbagai turnamen internasional, dan mereka yang berhasil menembus peringkat elite BWF per akhir tahun. Hasilnya? Sungguh mengesankan.

Geliat prestasi itu terutama terlihat di sektor-sektor seperti tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran. Tak ketinggalan, atlet muda dari kelompok U-17 dan U-19 juga menunjukkan taringnya. Secara total, 47 atlet muda menerima penghargaan. Dan dari antara mereka, Salsabila Zahra Aulia menyabet gelar sebagai Atlet Muda PB Djarum Berprestasi Terbaik 2025.

Menurut Fung Permadi, Manajer Tim PB Djarum, sederet pencapaian ini adalah bukti nyata bahwa program regenerasi klub berjalan dengan baik. Mantan atlet Olympian Sydney 2000 itu menekankan, pembinaan talenta muda memang dilakukan sejak dini dengan sistem yang jelas.

“Melihat keberanian dan performa atlet muda di lapangan, saya semakin percaya diri dengan jalur pembinaan yang kami jalankan. Mereka tidak hanya siap menghadapi kompetisi domestik, tapi juga punya kapasitas untuk bersaing di level dunia. Semua ini adalah hasil dari latihan disiplin, evaluasi rutin, dan keberanian mereka untuk lompat usia saat kompetisi. Kami akan terus mengasah pondasi ini agar PB Djarum tetap melahirkan juara-juara yang siap bersinar di panggung dunia,” ujar Fung.

Nama Salsabila sendiri seolah menjadi simbol dari regenerasi emas yang sedang berjalan. Di Kejurnas PBSI 2025, ia bersama Adelia Nirul M sukses merebut gelar Ganda Taruna Putri. Mereka menaklukkan Selsi Josika/Yasintha Ristyna Putri dengan dua game langsung.

Prestasi lain datang dari Muhammad Nashrulloh Al-Habsyi yang jadi juara Tunggal Taruna Putra. Ada juga gelar dari sektor Ganda Taruna Campuran lewat kemenangan Ikhsan Lintang Pramudya/Salsabila Zahra Aulia dalam rubber game yang seru. Bahkan, final Ganda Dewasa Campuran pun diwarnai duel sesama atlet PB Djarum, dimenangkan oleh Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti.

Fung Permadi menambahkan, setelah sukses di Kejurnas tahun lalu, prestasi perorangan tahun ini juga cukup membanggakan. “Salsabila Zahra Aulia merupakan atlet dari klub mitra kami, Istimewa Badminton Club Yogyakarta yang terus menunjukkan grafik positif di sektor ganda,” paparnya.

Di sisi lain, Leonard Holvy De Pauw, Koordinator Tunggal Putra, turut mengapresiasi konsistensi yang ditunjukkan. Menurutnya, kualitas atlet kini semakin merata di semua sektor.

“Kami melihat dari kualitas atlet PB Djarum di turnamen nasional maupun internasional meningkat tajam. Apalagi sekarang para atlet didukung oleh tim support yang kompeten seperti strength and conditioning coaches, nutritionist dan physiotherapists. Kami ingin mereka menjadi juara di dalam lapangan melalui prestasi, dan juara di luar lapangan melalui sikap disiplin, komitmen, dan sportivitas tinggi. Ke depannya, tantangan kami adalah mendorong para atlet agar tidak cepat berpuas diri dan tetap TeruskanSemangatJuara,” ujar Holvy.

Rudy Gunawan, Pelatih Ganda Putri, punya pandangan sendiri tentang kesuksesan Salsabila dan kawan-kawan. Menurutnya, semua itu buah dari proses panjang dan mental baja.

“Salsabila punya karakter pekerja keras dan tidak mau kalah, dia juga sangat cerdik membaca permainan lawan di lapangan. Bermain di dua nomor bukan hal mudah, tapi dia bisa menjaga fokus dan disiplin. Kami selalu mendorong atlet untuk berani bersaing dan tidak takut menghadapi pemain yang lebih senior,” kata Rudy.

Bagi Salsabila sendiri, penghargaan ini adalah momentum yang sangat berarti.

“Saya sangat bersyukur dan tidak menyangka mendapatkan penghargaan serta terpilih sebagai atlet terbaik berprestasi 2025. Penghargaan ini menjadi penyemangat buat saya untuk terus berkembang dan tidak cepat puas dengan hasil yang sudah dicapai,” ucapnya.

Senada, Muhammad Nashrulloh Al-Habsyi mengaku apresiasi ini memacu motivasinya. “Penghargaan dari PB Djarum ini merupakan bentuk apresiasi yang sangat berarti bagi saya, sekaligus menjadi motivasi yang besar untuk terus menunjukkan yang terbaik. Target saya selanjutnya adalah bisa tampil maksimal di seleksi nasional dan bergabung pelatnas,” tutur atlet lulusan Audisi Umum 2018 itu.

Dengan semua pencapaian ini, PB Djarum menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pembinaan berkelanjutan. Tujuannya jelas: melahirkan lebih banyak lagi atlet berdaya saing tinggi yang bisa memperkuat nama Indonesia di panggung dunia.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar