MURIANETWORK.COM - Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan rasa bangganya terpilih sebagai juri dalam Zayed Award for Human Fraternity 2024. Kebanggaan itu disampaikannya dalam pertemuan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, di Istana Qasr Al Watan, Abu Dhabi. Momentum tersebut semakin bermakna karena penghargaan bergengsi tahun ini justru diberikan kepada dua organisasi Islam terbesar di tanah air, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
Kebanggaan sebagai Perwakilan Umat Islam dan Perempuan
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, Megawati didampingi oleh sejumlah staf. Salah satu pendamping, Zuhairi Misrawi, yang juga Duta Besar RI untuk Tunisia, mengungkapkan detail kebanggaan sang mantan presiden. Ia menceritakan bahwa penunjukan Megawati sebagai juri datang langsung dari otoritas keagamaan tertinggi di Mesir.
"Ibu Megawati sangat senang dan bangga saat itu ditunjuk langsung oleh Imam Besar Al-Azhar, Mesir, untuk mewakili umat Islam dan kalangan perempuan sebagai juri," tutur Zuhairi.
Pengakuan Global untuk Islam Moderat Indonesia
Lebih dari sekadar kebanggaan pribadi, Zuhairi menekankan bahwa kemenangan NU dan Muhammadiyah dalam ajang tersebut merupakan sebuah tonggak sejarah. Peristiwa ini, dalam pandangannya, menjadi pengakuan internasional yang nyata terhadap karakter Islam Indonesia yang dikenal moderat, toleran, dan membawa perdamaian. Capaian ini dinilai bukanlah sesuatu yang terjadi secara instan, melainkan buah dari perjalanan panjang dakwah dan kerja sosial kedua ormas tersebut di akar rumput.
Dampak Diplomatik yang Signifikan
Di balik makna simbolisnya, keterlibatan tokoh nasional seperti Megawati dalam dewan juri serta penghargaan untuk organisasi masyarakat sipil Indonesia dinilai memiliki dampak diplomatik yang konkret. Zuhairi melihat momen ini sebagai peluang untuk semakin mempererat hubungan bilateral yang sudah terjalin baik antara Indonesia dan Uni Emirat Arab.
"Penghargaan ini tidak hanya mampu mengenalkan Islam Indonesia ke dunia, melainkan juga dapat memperkokoh hubungan bilateral Indonesia-UAE yang selama ini sudah terjalin sangat baik," jelasnya.
Dengan demikian, pertemuan di istana yang megah itu tidak hanya membahas kebanggaan atas sebuah penghargaan, tetapi juga menyentuh aspek strategis diplomasi budaya dan agama yang dapat memperkuat posisi Indonesia di panggung global.
Artikel Terkait
Bareskrim Amankan Lima Orang dalam Peredaran Gelap Cytotec di Bogor
Ribuan Lubang Menganga, Anggota DPRD Soroti Kerapuhan Jalan Jakarta Pascabanjir
Andre Rosiade Dorong Trase Baru Tol Padang-Pekanbaru Lewat Belakang Gunung Marapi
Delapan Ruas Utama Jakarta Siap Dialihkan Sambut PM Australia