Wali Kota Serang Gebrak Meja, Tegur Camat di Depan Forum

- Selasa, 03 Februari 2026 | 21:45 WIB
Wali Kota Serang Gebrak Meja, Tegur Camat di Depan Forum
Wali Kota Serang Tegur Camat di Depan Forum

Suasana di ruang pertemuan itu mendadak tegang. Wali Kota Serang, Budi Rustandi, tanpa tedeng aling-aling menegur salah satu bawahannya, Camat Serang Basuni, di hadapan seluruh camat se-kota. Persoalannya? Sikap Basuni yang dinilai tidak menghormati kunjungan kerja Kepala Bapenda Kota Serang, Hari W Pamungkas, ke kantor kecamatannya.

"Saya dapat laporan nggak baik soal Camat Serang," ujar Budi dalam sebuah rekaman rapat pada Selasa (3/2/2026). Suaranya tegas.

"Hati-hati. Mohon dievaluasi, Pak Sekda."

Menurut penuturannya, Hari dari Bapenda datang ke kantor kecamatan untuk urusan penting: sosialisasi dan koordinasi program pendapatan daerah. Namun, alih-alih menyambut, Basuni malah pergi meninggalkan kantor. Budi jelas-jelas tak menerima perlakuan semacam itu.

"Ketika Pak Hari ke sana, responsnya nggak bagus dari camat," lanjutnya. "Mohon Pak Basuni, jangan main-main. Kita boleh bersahabat, tapi urusan pekerjaan jangan main-main dengan saya."

Di sisi lain, Budi menekankan soal etika seorang Aparatur Sipil Negara. Kehadiran pimpinan perangkat daerah lain, apalagi yang membawa misi prioritas wali kota, semestinya dihargai. "Secara etika, ya seharusnya dia datang langsung. Itu kan dalam rangka memperjuangkan program saya," tegasnya. "Bukan malah ditinggal pergi."

Mendapat teguran langsung itu, Basuni yang hadir dalam forum hanya bisa terdiam. Nampak jelas rasa tidak nyaman menyelimuti ruangan.

Budi kemudian memperluas peringatannya. Ia tak ingin ada pejabat yang bersikap semaunya hanya karena merasa punya kedekatan personal dengannya. "Saya nggak suka ada orang yang merasa kenal saya, lalu menggampangkan atau menganggap remeh seorang Kepala Bapenda," ucap Budi dengan nada tinggi.

Pesan terakhirnya jelas dan berisi ancaman evaluasi. Ia meminta seluruh camat bekerja sama dengan Bapenda untuk merancang target pendapatan daerah tahun 2026.

"Para camat yang nggak mau kooperatif, saya pastikan akan dievaluasi semua. Jangan mentang-mentang dekat dengan saya, lalu kewajiban diabaikan," pungkas Budi Rustandi, menutup tegurannya yang menyentak itu.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar