Manchester City Gagal Manfaatkan Peluang, Tertahan di Puncak Usai Imbang 3-3 Lawan Everton

- Selasa, 05 Mei 2026 | 17:30 WIB
Manchester City Gagal Manfaatkan Peluang, Tertahan di Puncak Usai Imbang 3-3 Lawan Everton

Manchester City kehilangan kendali atas perburuan gelar juara Premier League setelah hanya mampu bermain imbang 3-3 melawan Everton dalam laga yang berlangsung Selasa dini hari tadi. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi tim asuhan Pep Guardiola yang sebelumnya memegang kendali penuh atas nasib mereka sendiri di puncak klasemen.

Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, The Cityzens harus bekerja keras untuk menyamakan kedudukan melawan perlawanan gigih The Toffees. Alih-alih memangkas jarak dengan Arsenal, tambahan satu poin justru membuat situasi semakin pelik bagi pasukan Guardiola.

Pelatih asal Spanyol itu secara terbuka mengakui bahwa timnya kini tidak lagi memegang kendali. Ia menegaskan bahwa satu-satunya harapan yang tersisa adalah jika Arsenal terpeleset di sisa laga yang ada.

"Sebelum pertandingan ini, semuanya ada di tangan kami, tetapi sekarang tidak. Bersiaplah untuk Brentford. Kami akan terus maju dan melihat apa yang terjadi," ujar Guardiola di situs resmi klub.

Saat ini, Manchester City mengoleksi 71 angka dari 34 pertandingan. Mereka tertinggal lima poin dari Arsenal yang telah melakoni 35 laga. Dengan jumlah pertandingan yang lebih sedikit, City sejatinya masih memiliki peluang, namun hasil imbang ini membuat jalan mereka semakin sempit.

Guardiola tidak menyembunyikan kekecewaannya atas kegagalan timnya memanfaatkan momentum untuk mendekati Arsenal. Ia menilai hasil ini jauh dari harapan meskipun lebih baik daripada tidak mendapat poin sama sekali.

"Lebih baik mendapat satu poin daripada tidak mendapat satu poin pun. Akan lebih baik memenangkan pertandingan daripada hanya mendapat satu poin," pungkasnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar