Siang itu, Kamis 29 Januari 2026, sebuah kabar duka menyelimuti sebuah sekolah dasar di Kabupaten Ngada, NTT. YBS, seorang bocah berusia sepuluh tahun yang masih duduk di kelas IV, ditemukan tak bernyawa. Ia tewas gantung diri.
Menurut sejumlah saksi, sebelum kejadian memilukan ini, korban sempat meminta uang pada ibunya. Uang itu rencananya untuk membeli buku dan pena. Sayangnya, permintaan sederhana itu tak bisa dikabulkan. Sang ibu tak punya uang saat itu.
Namun begitu, YBS meninggalkan sesuatu sebelum pergi. Sepucuk surat untuk ibunya, Reti, yang ditulis dengan tulus dalam bahasa Ngada.
Surat itu berbunyi:
KERTAS TII MAMA RETI
MAMA GALO ZEE
MAMA MOLO JA’O
GALO MATA MAE RITA EE MAMA
MAMA JAO GALO MATA
MAE WOE RITA NE’E GAE NGAO EE
MOLO MAMA
Artikel Terkait
Analis Data ITB Siap Bawa Pendekatan Ilmiah ke Timnas Indonesia
Farhat Abbas Buka Suara: Ada Rekaman Eggi Sudjana Ingin Damai Soal Kasus Ijazah Jokowi
Bareskrim Geledah Shinhan Sekuritas, Ungkap Skema IPO Bodong hingga Reksadana Palsu
Dari Kritik Pedas ke Juru Bicara: Jejak Digital yang Menghantui Para Politisi PSI