Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono, angkat bicara soal program gentengisasi yang digaungkan Presiden Prabowo. Menurutnya, wacana menata atap rumah warga dengan genteng yang lebih layak bukan sekadar soal estetika. Ini adalah bagian dari perbaikan infrastruktur yang langsung menyentuh kepentingan publik.
“Kami akan terus mendorong sejumlah kementerian terkait,” ujar AHY, saat ditemui di sebuah acara diskusi di Jakarta, Selasa lalu.
Ia menyebut secara spesifik Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kementerian ATR/BPN. Lembaga-lembaga itu nantinya akan disupervisi langsung oleh Kemenko yang dipimpinnya. Tujuannya jelas: mewujudkan keinginan presiden untuk memperbaiki kualitas tempat tinggal masyarakat.
Di sisi lain, AHY menekankan bahwa semangat dari Pak Prabowo ini punya tujuan akhir yang lebih dalam. Bukan cuma mengganti seng dengan genteng, tapi soal menjamin kualitas hidup. Selama ini, isu perumahan kerap hanya dilihat dari angka backlog atau kurangnya ketersediaan. Padahal, kondisi rumah yang sudah ada juga tak kalah penting.
“Pak Presiden memang menekankan, masyarakat harus hidup lebih layak,” katanya.
Ada cukup banyak program, lanjutnya, yang dirancang untuk membantu masyarakat prasejahtera memiliki rumah yang lebih baik. Contoh konkretnya ya program genteng ini. Dengan genteng, rumah jadi tidak terlalu panas, tampilannya lebih rapi. AHY lalu mengingatkan kembali gerakan Indonesia ASRI yang dicanangkan presiden.
“Beliau menunjukkan gerakan ASRI kemarin. A-nya aman, S-nya sehat, R-nya itu bersih resik dan I-nya indah. Jadi aman, sehat, bersih, dan indah,” jelasnya.
Program gentengisasi sendiri pertama kali diungkap Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah tahun 2026 di Sentul, Bogor. Ini jadi pilar utama Gerakan Indonesia ASRI. Gagasannya sederhana: mempercantik pemukiman sekaligus meningkatkan kenyamanan hunian hingga ke pelosok negeri. Targetnya ambisius, Indonesia diharapkan bebas atap seng dalam waktu tiga tahun.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan pandangannya dengan blak-blakan.
“Maaf ya, terlalu banyak genteng dari seng. Seng ini panas untuk penghuni. Seng ini juga berkarat. Jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng,” ujar Prabowo.
Nah, sekarang tinggal eksekusinya. Semua mata tertuju pada koordinasi antar kementerian yang bakal diawasi langsung oleh AHY. Program ini, jika berjalan, bukan cuma mengubah langit-langit permukiman, tapi juga mudah-mudahan kesejahteraan yang tinggal di bawahnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Beras Bulog untuk 215 Ribu Jamaah Haji 2026
Mentan Pastikan Stok Pangan di Wilayah Pascabencana Sumatera Aman Tiga Bulan ke Depan
Menag: 97% Rumah Ibadah dan 84% Madrasah di Daerah Banjir Sumatera Sudah Berfungsi Kembali
Persib Hadapi Misi Mustahil Balikkan Kekalahan 0-3 dari Ratchaburi di GBLA