Pemerintah Pastikan Anggaran Gentengisasi Prabowo Tak Sampai Rp 1 Triliun

- Rabu, 04 Februari 2026 | 07:42 WIB
Pemerintah Pastikan Anggaran Gentengisasi Prabowo Tak Sampai Rp 1 Triliun

Proyek gentengisasi yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto diklaim tak akan membebani APBN secara berlebihan. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan, menilai kebutuhan dananya masih bisa dikendalikan. Angka yang beredar luas di masyarakat, menurut mereka, terlalu membengkak.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara. Ia menyebut perhitungan yang beredar itu muncul karena asumsi yang keliru: seolah-olah semua rumah di Indonesia harus mengganti atapnya.

“Gentengisasi enggak sampai Rp 1 triliun (anggarannya),” tegas Purbaya di Hotel Shangri-La Jakarta, Selasa (3/2).

Padahal, sasarannya cuma rumah-rumah tertentu yang masih pakai seng. Jadi, cakupannya tidak menyeluruh.

“Yang diganti paling berapa puluh persen diganti yang pakai seng. Jadi harusnya angkanya lebih kecil,” ungkapnya lagi.

Menurut Purbaya, perhitungan itu masih awal dan belum final. Pemerintah masih punya ruang untuk menyesuaikan agar belanja negara tetap efisien. Soal dari mana dananya, ada beberapa opsi yang sedang dikaji. Bisa dari ruang fiskal yang ada, atau memanfaatkan pos anggaran lain.

“Ada kemungkinan dari situ (anggaran Makan Bergizi Gratis yang dipotong), ada kemungkinan dari tempat lain. Tapi cukuplah nggak banyak-banyak banget kalau nggak salah anggarannya,” jelasnya.

Gagasan ini sendiri pertama kali dilontarkan Prabowo sebagai upaya mempercantik pemandangan sekaligus meningkatkan kualitas hunian. Ia menilai atap seng yang masih banyak dipakai itu punya banyak kelemahan.

“Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat, jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng. Maaf saya tidak tahu ini dari dulu industri aluminium dari mana ya, maaf bikin yang lain-lain deh,” kata Prabowo dalam sebuah rapat di Sentul, Jawa Barat.

“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi ke Indonesia,” lanjutnya.

Nah, menariknya, data BPS 2022 justru menunjukkan mayoritas rumah tangga kita sudah pakai genteng. Angkanya mencapai 57,93 persen. Sementara, rumah dengan atap seng ada di kisaran 31,48 persen.

Material seng memang punya kelebihan: ringan, awet, dan harganya terjangkau. Tapi di sisi lain, banyak yang mengeluh. Saat hujan, suaranya berisik. Dan ketika terik, panasnya menyengat karena sifat logam yang mudah menyerap panas. Inilah yang coba diatasi lewat program gentengisasi ini.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar