Proyek gentengisasi yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto diklaim tak akan membebani APBN secara berlebihan. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan, menilai kebutuhan dananya masih bisa dikendalikan. Angka yang beredar luas di masyarakat, menurut mereka, terlalu membengkak.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara. Ia menyebut perhitungan yang beredar itu muncul karena asumsi yang keliru: seolah-olah semua rumah di Indonesia harus mengganti atapnya.
“Gentengisasi enggak sampai Rp 1 triliun (anggarannya),” tegas Purbaya di Hotel Shangri-La Jakarta, Selasa (3/2).
Padahal, sasarannya cuma rumah-rumah tertentu yang masih pakai seng. Jadi, cakupannya tidak menyeluruh.
“Yang diganti paling berapa puluh persen diganti yang pakai seng. Jadi harusnya angkanya lebih kecil,” ungkapnya lagi.
Menurut Purbaya, perhitungan itu masih awal dan belum final. Pemerintah masih punya ruang untuk menyesuaikan agar belanja negara tetap efisien. Soal dari mana dananya, ada beberapa opsi yang sedang dikaji. Bisa dari ruang fiskal yang ada, atau memanfaatkan pos anggaran lain.
Artikel Terkait
IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan, Analis Soroti Empat Saham Pilihan
Penerimaan Pajak Januari Melonjak 30%, Purbaya: Sinyal Positif di Awal Tahun
Emas dan Perak Bangkit Lagi, Investor Buru Harga Murah Setelah Koreksi Tajam
Wall Street Lesu, Saham Teknologi Tertekan: Apakah AI Jadi Bumerang?