.CO.ID Targetnya jelas: keluar dari zona degradasi. Itu sebabnya Persis Solo tak berhenti bergerak di bursa transfer paruh musim. Klub milik Kaesang Pangarep itu baru saja mengumumkan kedatangan amunisi anyar dari Brasil, Dimitri Lima, yang akan mengisi posisi gelandang serang. Dia didatangkan dari Hwaseong FC di K League 2 Korea Selatan. Tapi, kedatangannya justru memunculkan pertanyaan besar: siapa yang harus pergi?
Soalnya, kehadiran Lima membuat jumlah pemain asing di skuad Laskar Sambernyawa membengkak jadi 13 orang. Padahal, aturan main dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) cukup ketat. Klub hanya boleh mendaftarkan maksimal 11 pemain asing. Dari jumlah itu, cuma sembilan yang bisa masuk daftar susunan pemain (DSP), dan hanya tujuh yang boleh turun di satu pertandingan. Jelas, ada kelebihan dua orang.
Kalau dilihat, pemain asing yang sudah ada sejak awal musim antara lain Xandro Schenk (bek), Adriano Castanheira (gelandang tengah), Fuad Sule (gelandang bertahan), Kodai Tanaka (striker), dan Sho Yamamoto (gelandang). Mereka ini dianggap sebagai "pemain lama".
Di sisi lain, ada delapan pemain lain yang baru direkrut di tengah kompetisi. Selain Dimitri Lima, ada nama-nama seperti Luka Dumancic dan Dusan Mijic (bek), Vukasin Vranes (kiper), Miroslav Maricic (gelandang serang), Roman Paparyha dan Cleylton (striker), serta Andrei Alba (gelandang bertahan). Penumpukan ini mau tak mau memaksa manajemen untuk mengambil keputusan sulit.
Prediksi Pemain Asing yang Dicoret
Perubahan skuad ini sepertinya jadi jalan satu-satunya buat menyelamatkan Persis dari jurang degradasi. Manajemen terlihat serius memaksimalkan jendela transfer. Tapi, logikanya sederhana: pemain baru datang, pemain lama harus ada yang angkat koper. Siapa korbannya? Nah, itu yang masih jadi teka-teki.
Keputusan akhir ada di tangan manajemen dan pelatih kepala Milomir Seslija. Sampai sekarang belum ada pengumuman resmi. Namun, beberapa media sudah mulai tak lagi mencantumkan nama-nama tertentu dalam daftar skuad mereka. Isu pun berhembus.
Mari kita tilik performa mereka di putaran pertama. Di lini serang, Kodai Tanaka jelas jadi yang paling bersinar. Striker asal Jepang itu tampil di 17 laga, mencetak 7 gol dan 1 assist. Dia adalah top skor tim saat ini. Performanya stabil, dengan rating rata-rata di angka 7.0. Bandingkan dengan Gervane Kastaneer. Pemain yang pernah bawa Curacao ke Piala Dunia 2026 itu baru cetak 4 gol dari 13 penampilan. Kontribusinya dinilai belum konsisten.
Masalah besar Persis sebenarnya ada di belakang. Mereka kebobolan 38 gol di putaran pertama terbanyak kedua di liga. Xandro Schenk bermain reguler (17 laga) dan bahkan nyumbang dua gol. Tapi, sisi defensifnya dinilai belum maksimal. Begitu pula Jordy Tutuarima (12 penampilan, 1 gol), yang dianggap kurang solid dalam duel dan transisi.
Nah, berbeda dengan Cleylton Santos. Bek asal Brasil ini justru terlihat relatif stabil. Beberapa gol penting ia ciptakan dari situasi bola mati, dan kontribusinya dianggap seimbang antara bertahan dan menyerang.
Lini tengah? Kontribusinya terbatas. Sho Yamamoto (13 penampilan, 2 gol) minim assist dan umpan kunci sebagai gelandang serang. Fuad Sule, yang sempat kena sanksi FIFA, baru tampil enam kali dan belum terlihat menyatu dengan tim. Namanya kerap disebut bakal dilepas. Adriano Castanheira dan Zulfahmi Arifin juga belum memberi dampak signifikan, dengan kontribusi gol yang sangat minim.
Menanggapi semua rumor ini, manajemen Persis memilih bersikap hati-hati.
“Soal pemain yang dilepas, itu masih dibahas oleh pelatih. Evaluasi dilakukan setelah laga melawan Semen Padang,” tegas Direktur Utama Persis Solo, Ginda Ferachtriawan.
Publik sekarang hanya bisa menunggu. Keputusan siapa yang bertahan dan siapa yang pergi akan menentukan langkah Persis Solo untuk berjuang keluar dari zona merah. Semuanya demi satu hal: bertahan di kasta tertinggi.
Artikel Terkait
David da Silva Cetak Rekor Top Skor Tertua Liga 1 di Usia 36 Tahun
Persaingan Tiga Klub Besar Memanas: Victor Dethan Dikabarkan Sepakat dengan Persija, Persebaya Buru Eksodus Pemain PSM
Persija vs Persib Berpotensi Pindah ke Stadion Segiri Samarinda karena Izin Venue di Jakarta Mandek
Persib Bandung Tampil dengan Kekuatan Penuh Hadapi Persija Usai Taklukkan PSIM 1-0