Iran Tuntut Perundingan Empat Mata dengan AS, Tolak Format Multilateral

- Rabu, 04 Februari 2026 | 08:40 WIB
Iran Tuntut Perundingan Empat Mata dengan AS, Tolak Format Multilateral

Iran ternyata minta pindah tempat. Rencana pertemuan dengan Amerika Serikat yang sedianya digelar Jumat depan, dikabarkan diminta alihkan lokasinya ke Oman. Bukan lagi di Turki seperti yang semula diwacanakan.

Nah, selain soal tempat, Teheran juga ngotot mau ubah format pertemuan. Mereka ingin pertemuan itu jadi perundingan dua arah saja hanya Iran dan AS. Menurut sejumlah sumber yang dilansir Reuters, Iran cuma mau bahas isu nuklir, titik. Padahal, sebelumnya diagendakan bakal melibatkan lebih banyak pihak.

“Mereka berupaya mengubah format, mereka ingin mengubah cakupannya,” ujar seorang diplomat yang mengetahui tuntutan Iran.

“Yang mereka inginkan cuma bicara masalah nuklir dengan Amerika. Sementara AS punya agenda lain, seperti rudal balistik dan aktivitas proksi Iran di kawasan,” tambah diplomat itu.

Rencananya, pertemuan itu akan dihadiri menantu Presiden Trump, Jared Kushner, bersama Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi. Beberapa menteri dari negara lain seperti Pakistan, Arab Saudi, Qatar, Mesir, dan Uni Emirat Arab juga diharapkan hadir. Tapi sekarang Iran cuma mau bicara empat mata dengan Washington.

Langkah ini muncul di tengah ketegangan yang makin memanas. AS terus memperkuat militernya di Timur Tengah. Para pemain regional sebenarnya mendesak agar kebuntuan ini segera diurai, sebelum ancaman serangan timbal balik berubah jadi konflik yang lebih luas. Situasinya memang rawan.

Belum lama ini, militer AS bahkan menembak jatuh drone Iran yang disebut mendekati kapal induk Abraham Lincoln dengan cara “agresif” di Laut Arab. Suasana makin tegang.

Di Gedung Putih, Presiden Donald Trump berkomentar singkat. “Hal-hal buruk mungkin akan terjadi kalau kita tidak capai kesepakatan dengan Iran,” katanya pada wartawan. “Kami sedang bernegosiasi dengan mereka saat ini.” Dia enggan beri detail lebih lanjut, termasuk soal lokasi perundingan.

Meski begitu, Sekretaris Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut pembicaraan dengan Iran masih dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini. Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengaku konsultasi tentang tempat masih berjalan. Beberapa negara seperti Turki dan Oman disebut sudah menyatakan kesediaan jadi tuan rumah.

Jadi, kita lihat saja nanti akhirnya di mana mereka bertemu atau malah batal sama sekali.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar