Kalau diterjemahkan, isinya kurang lebih begini: "Surat Buat Mama Reti. Mama, saya pergi dulu. Mama, relakan saya pergi. Jangan menangis ya, Mama. Mama, saya pergi. Tidak perlu Mama menangis dan mencari atau merindukan saya. Selamat tinggal, Mama."
Kisah ini sungguh menyayat hati. Sebuah ironi pahit yang sulit diterima akal sehat di republik ini. Seorang anak, di usianya yang masih sangat belia, memilih jalan yang begitu tragis hanya karena sebuah buku.
Filsuf Rocky Gerung tak bisa menyembunyikan kepedihannya. Lewat sebuah cuitan, ia menyentil keras.
"Anak 10 tahun memilih untuk bunuh diri. Dia minta dibelikan buku tapi ibunya tidak punya uang. Harga buku itu berapa? paling 10 ribu. 10 ribu itu berapa persen dari 17 triliun yang disumbangkan Prabowo pada Donald Trump?"
Uang sepuluh ribu rupiah. Bagi sebagian orang, itu mungkin hanya receh. Tapi bagi YBS dan keluarganya di Ngada, harganya ternyata setara nyawa. Sebuah harga yang terlalu mahal untuk dibayar.
Artikel Terkait
Tanjung Pallette Ramai Pengunjung Saat Libur Lebaran, Namun Angka Turun Dibanding Tahun Lalu
Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil Jelang Lebaran
Pemerintah Proyeksikan Mudik Lebaran 2026 sebagai Penggerak Ekonomi Nasional
Veda Ega Pratama Raih Podium Moto3 Brazil Usai Strategi Cerdas di Balik Bendera Merah