Seorang anak di Ngada, NTT, meninggal dalam tragedi yang menyayat hati. Ia diduga mengakhiri hidupnya sendiri. Pemicunya, menurut penyelidikan sementara, adalah ketidakmampuan untuk membeli peralatan tulis sekolah. Berita ini tentu saja menghentak banyak orang.
Merespon kejadian itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan rasa duka yang mendalam. Baginya, peristiwa ini bukan sekadar angka statistik, melainkan tamparan keras yang harus jadi perhatian bersama.
“Tentu kita prihatin dulu ya dan turut berduka. Yang kedua, ya tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama,”
Ucap Gus Ipul, Rabu lalu. Pernyataannya itu disampaikan usai ia menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana.
Di sisi lain, Gus Ipul menekankan soal langkah konkret ke depannya. Ia bilang, pendampingan dan data akurat untuk keluarga rentan harus jadi prioritas. Tanpa data yang kuat, bantuan sosial bisa saja meleset, tidak sampai ke mereka yang paling membutuhkan.
“Ya tentu bersama pemerintah daerah, kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita. Kita harapkan tidak ada yang tidak terdata,” tegasnya.
Ia melanjutkan, poin data ini krusial. Menurutnya, dengan data yang baik, jangkauan program perlindungan dan pemberdayaan akan lebih tepat sasaran. “Ini sungguh-sungguh menjadi perhatian kita bersama,” sambung Gus Ipul, menutup penjelasannya.
Kembali ke tragedinya, korban adalah seorang siswa kelas IV SD berinisial YBR. Ia ditemukan meninggal di sebuah pohon pada akhir Januari lalu. Saat mengevakuasi, polisi menemukan sepucuk surat berbahasa Bajawa yang ditulis tangan. Surat itu ditujukan untuk sang ibu.
Hingga kini, penyelidikan masih berjalan. Polisi mendalami semua kemungkinan, termasuk laporan bahwa korban sempat kecewa lantaran tak dibelikan alat tulis oleh ibunya. Kondisi ekonomi keluarga disebut-sebut menjadi kendala utamanya. Sebuah cerita pilu yang meninggalkan banyak tanda tanya dan kepedihan.
Artikel Terkait
Jakarta Gelar Car Free Day di Rasuna Said Akhir Pekan Ini, Bertepatan HUT ke-499 Kota
Korlantas Polri Gelar Pertandingan Bulu Tangkis dengan Media demi Pererat Silaturahmi dan Dukung Operasi Ketupat
53 Laporan Kematian Ternak di Gunungkidul Sepanjang 2026, DPR Sebut Indikasi Kesadaran Warga Cegah Brandu Meningkat
Korlantas Polri Gelar Bulu Tangkis Bareng Media demi Pererat Sinergi Pelayanan Publik