Seorang anak di Ngada, NTT, meninggal dalam tragedi yang menyayat hati. Ia diduga mengakhiri hidupnya sendiri. Pemicunya, menurut penyelidikan sementara, adalah ketidakmampuan untuk membeli peralatan tulis sekolah. Berita ini tentu saja menghentak banyak orang.
Merespon kejadian itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan rasa duka yang mendalam. Baginya, peristiwa ini bukan sekadar angka statistik, melainkan tamparan keras yang harus jadi perhatian bersama.
Ucap Gus Ipul, Rabu lalu. Pernyataannya itu disampaikan usai ia menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana.
Di sisi lain, Gus Ipul menekankan soal langkah konkret ke depannya. Ia bilang, pendampingan dan data akurat untuk keluarga rentan harus jadi prioritas. Tanpa data yang kuat, bantuan sosial bisa saja meleset, tidak sampai ke mereka yang paling membutuhkan.
Artikel Terkait
Menguak Sejarah 4 Februari: Dari Piagam Paris hingga Perjuangan Melawan Kanker
Rerie Desak Pemerintah dan Swasta Serius Buka Lapangan Kerja bagi Penyandang Disabilitas
Gangguan di Manggarai Pagi Ini, KRL Bogor-Jakarta Kota Sempat Tersendat
Tanah Bergerak di Tegal, Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak