Seorang anak di Ngada, NTT, meninggal dalam tragedi yang menyayat hati. Ia diduga mengakhiri hidupnya sendiri. Pemicunya, menurut penyelidikan sementara, adalah ketidakmampuan untuk membeli peralatan tulis sekolah. Berita ini tentu saja menghentak banyak orang.
Merespon kejadian itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan rasa duka yang mendalam. Baginya, peristiwa ini bukan sekadar angka statistik, melainkan tamparan keras yang harus jadi perhatian bersama.
Ucap Gus Ipul, Rabu lalu. Pernyataannya itu disampaikan usai ia menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana.
Di sisi lain, Gus Ipul menekankan soal langkah konkret ke depannya. Ia bilang, pendampingan dan data akurat untuk keluarga rentan harus jadi prioritas. Tanpa data yang kuat, bantuan sosial bisa saja meleset, tidak sampai ke mereka yang paling membutuhkan.
Artikel Terkait
Iran Ancam Tutup Teluk Persia dengan Ranjau Laut Jika Diserang AS-Israel
Satpol PP Jaksel Kerahkan 160 Personel Amankan Destinasi Wisata Saat Libur Lebaran
Jasa Marga Terapkan Satu Arah di Tol Trans Jawa untuk Antisipasi Puncak Arus Balik
Anggota MPR Desak Percepat RUU Pengelolaan Iklim Menyikapi Suhu Terik di Jakarta