Status penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kini berubah. Ia tak lagi mendekam di Rutan KPK, melainkan menjalani tahanan rumah. Perubahan ini menimbulkan sejumlah tanya, namun KPK dengan tegas membantah bahwa alih status itu terkait kondisi kesehatan sang mantan menteri.
"Bukan karena kondisi sakit," tegas Jubir KPK Budi Prasetyo, Minggu lalu.
Lantas, apa penyebabnya? Menurut Budi, keputusan itu diambil setelah KPK menerima permohonan dari keluarga Yaqut. Mereka mengabulkannya. Soal detail alasan keluarga mengajukan permohonan, KPK memilih tak berkomentar lebih jauh.
"Jadi memang karena ada permohonan dari pihak keluarga, kemudian kami proses," jelasnya singkat.
Namun begitu, perlakuan ini langsung mengundang perbandingan. Bagaimana dengan tahanan lain, misalnya mantan Gubernur Papua Lukas Enembe yang dulu sempat dibantarkan karena sakit? KPK punya jawabannya sendiri. Budi Prasetyo menegaskan bahwa setiap kasus punya dinamika dan strategi penanganan yang berbeda-beda.
"Mengapa beda dengan LE? Setiap proses penyidikan tentu memiliki kondisi dan strategi penanganan perkara yang berbeda, termasuk dalam penahanan seseorang sebagai tersangka," papar Budi.
Sebelumnya, kabar menghilangnya Yaqut dari Rutan KPK justru datang dari luar. Silvia Rinita Harefa, istri mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer (Noel), mengungkapkannya usai menjenguk suaminya pada momen Lebaran.
"Ini sih, tadi sih sempat nggak ngelihat Gus Yaqut ya. Infonya sih katanya keluar hari Kamis malam," kata Silvia.
Menurut cerita yang didapatnya dari Noel, para tahanan lain sebenarnya sudah menyadari hal itu sejak Kamis malam. Mereka pun bertanya-tanya, ke mana Gus Yaqut pergi.
"Semuanya pada tahu mengenai itu. Cuma mereka kan bertanya-tanya saja gitu kan katanya ada pemeriksaan, tapi kan nggak mungkin kalau menjelang malam takbiran ada periksa gitu kan," ujar Silvia.
Keanehan itu berlanjut hingga pagi Idul Fitri. Saat tahanan muslim difasilitasi salat Id di rutan, Yaqut tetap tak terlihat. Padahal, biasanya momen seperti ini dihadiri bersama.
"Infonya sih katanya mau diriksa ke depan, tapi salat Id kata orang-orang dalam ya, nggak ada, beliau nggak ada," tutur Silvia menyampaikan kesaksian suaminya.
Nah, itulah sekelumit cerita di balik perpindahan status Yaqut. Dari balik jeruji ke rumahnya sendiri, dengan alasan yang masih diselimuti sedikit tanda tanya.
Artikel Terkait
AHY Dorong Koridor Hijau Jadi Standar Baru Infrastruktur Nasional
Program Cek Kesehatan Gratis Capai 100 Juta Peserta, 663 Ribu Anak Terindikasi Hipertensi
CKG Pemerintah Capai 100 Juta Peserta, Skrining Temukan 663 Ribu Anak Alami Tekanan Darah Tinggi
Serangan Rusia Tewaskan 21 Warga Sipil di Ukraina Beberapa Jam Sebelum Gencatan Senjata yang Diusulkan Kyiv Mulai Berlaku