Rentetan serangan udara yang dilancarkan Rusia menghantam sejumlah kota di Ukraina pada Selasa (5/5) waktu setempat, menewaskan sedikitnya 21 orang hanya beberapa jam sebelum gencatan senjata sementara yang diusulkan oleh Kyiv mulai berlaku. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengecam keras tindakan Moskow yang ia sebut sebagai bentuk “sinisme total” karena justru meningkatkan agresi di tengah upaya diplomasi.
Dalam pernyataan resminya, Zelensky menyatakan bahwa serangan tersebut tidak memiliki pembenaran militer sama sekali. Ia merujuk pada gempuran yang terjadi di Kota Zaporizhzhia, yang terletak di selatan Ukraina dekat garis depan pertempuran, di mana sedikitnya 12 orang dilaporkan tewas. Dua kota lainnya, Kramatorsk dan Dnipro, juga menjadi sasaran dalam gelombang serangan yang sama.
“Kita membutuhkan keheningan dari serangan-serangan seperti itu dan semua serangan serupa lainnya setiap hari, bukan hanya untuk beberapa jam di suatu tempat di luar sana untuk ‘perayaan’,” ujar Zelensky, menyerukan kepada sekutu-sekutu Ukraina untuk mengutuk keras tindakan Rusia.
Serangan ini terjadi di tengah tuntutan Rusia agar Kyiv menyetujui gencatan senjata jelang peringatan Hari Kemenangan Perang Dunia II pada 9 Mei. Moskow disebut ingin menggelar parade patriotik tanpa gangguan dari medan perang. Namun, Zelensky justru menilai langkah tersebut sebagai upaya manipulatif yang mengabaikan nyawa warga sipil.
Sementara itu, pada Rabu (6/5) pagi, kepala wilayah Crimea yang dianeksasi Rusia pada 2014 melaporkan bahwa serangan drone yang dilakukan Ukraina telah menewaskan sedikitnya lima warga sipil. Insiden ini menambah panjang daftar korban jiwa dalam konflik yang terus memanas di kawasan tersebut.
Diplomat dan pengamat internasional kini mengamati apakah gencatan senjata yang diusulkan dapat benar-benar terwujud, atau justru menjadi panggung baru bagi eskalasi kekerasan antara kedua negara.
Artikel Terkait
Wakil Ketua Komisi IX Kritik Rencana BGN Wajibkan Satu Kampus Satu Dapur: Jangan Tambah Beban Perguruan Tinggi
Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrak Pembatas Busway di Slipi
Anggota DPR Tinjau Gudang Bulog Lampung Selatan, Stok Beras 32.500 Ton dan Minyakita 12 Ribu Liter Terjamin Aman
Menko Agus Harimurti Yudhoyono Tegaskan Konektivitas Laut dan SDM Maritim Tak Bisa Dipisahkan demi Kedaulatan Indonesia