Senin pagi itu, suasana di Pelabuhan Bakauheni Lampung sudah jauh berbeda dari hari-hari biasa. Menjelang arus balik gelombang pertama, kendaraan roda empat mulai memadati area pelabuhan. Ratusan mobil itu berdatangan sejak pukul sembilan pagi, baik dari arah Tol Trans Sumatera maupun Jalur Arteri Bakauheni, semuanya menuju pintu masuk kapal.
Antrean panjang terlihat di mana-mana. Banyak kendaraan mengantri untuk bisa masuk ke dalam kapal, sementara di beberapa titik buffer zone khususnya dermaga satu dan dua kondisinya tak kalah padat. Uniknya, mayoritas kendaraan yang mengantre ternyata berplat B, alias dari wilayah Jabodetabek. Rupanya, mereka baru saja menyelesaikan momen Lebaran bersama keluarga di Sumatera dan kini bersiap kembali ke Jawa.
Di sisi lain, para petugas dari kepolisian dan ASDP Bakauheni tampak siaga penuh. Mereka mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang diprediksi akan semakin menjadi-jadi menjelang sore hingga malam hari nanti.
Lantas, apa yang mendorong para pemudik ini berangkat lebih awal? Sebagian besar mengaku sengaja memilih kembali ke Ibu Kota sebelum arus puncak tiba. Tujuannya sederhana: menghindari kemacetan parah yang biasanya terjadi saat puncak arus balik.
Menariknya, meski antrean di pelabuhan terlihat panjang, arus lalu lintas menuju lokasi justru dilaporkan masih lancar. Baik dari arah Tol Trans Jawa maupun Jalur Arteri Sumatera, kondisi jalan terbilang normal.
“Enggak, lancar-lancar, kita dekat dari Bandar Lampung. Nggak, lancar juga tahun yang lalu juga sama lancar. Iya, lancar-lancar,”
kata Erwin, salah seorang pemudik yang diwawancarai pada Senin (23/3/2026) itu. Pengakuannya seolah mengonfirmasi bahwa kemacetan masih terpusat di area pelabuhan itu sendiri.
Data dari ASDP Cabang Bakauheni per 22 Maret 2026 punya ceritanya sendiri. Tercatat, sebanyak 51.751 penumpang telah menyeberang dari tiga titik: Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu. Angka itu jelas memberi gambaran betapa besarnya gelombang perjalanan yang sedang terjadi.
Nuansa kepadatan dan kesibukan itu kini menjadi pemandangan sehari-hari di Bakauheni. Ritual tahunan arus balik pemudik sekali lagi berlangsung, dengan segala cerita dan antreannya.
Artikel Terkait
Beckham Putra Percaya Diri Hadapi Persija, Kemenangan atas PSIM Jadi Modal Berharga Persib
15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank, LPS Genjot Literasi Keuangan
Setelah 20 Kali Gagal, Perempuan Pematangsiantar Akhirnya Raih Beasiswa LPDP ke King’s College London
JK Marah Besar Dituduh Nistakan Agama Kristen, 40 Ormas Laporkan Ade Armando Cs ke Bareskrim