Sebuah perahu nelayan hancur setelah ditabrak kapal kargo yang melintas di jalur pelayaran perairan Kalianda, Lampung Selatan. Insiden yang terjadi pada Kamis (7/5/2026) itu mengakibatkan satu orang nelayan dinyatakan hilang dan hingga kini masih dalam pencarian intensif tim SAR gabungan.
Peristiwa bermula saat kapal nelayan yang mengangkut empat orang tengah melaut mencari ikan. Diduga karena jarak yang terlalu dekat dengan jalur pelayaran, kapal kecil tersebut bertabrakan dengan kapal kargo besar hingga mengalami kerusakan parah. Dari empat orang di atas kapal, tiga nelayan dilaporkan berhasil menyelamatkan diri setelah benturan keras terjadi. Mereka adalah Kalori yang bertindak sebagai nakhoda, serta dua rekannya, Uyut dan Herman. Namun, satu nelayan lainnya bernama Ajum (53) dinyatakan hilang tertelan arus laut.
“Tim Basarnas Pos SAR Bakauheni langsung diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan. Kami berkoordinasi dengan Pos TNI AL Kalianda dan unsur SAR lainnya untuk melakukan pencarian,” ujar Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara.
Proses pencarian dilakukan dengan menyisir titik koordinat kejadian menggunakan perahu karet dan peralatan SAR air lengkap. Namun, operasi penyelamatan ini sempat mengalami kendala serius akibat faktor alam. “Operasi sempat terkendala cuaca buruk berupa hujan deras dan jarak pandang yang sangat terbatas di lokasi pencarian,” ujarnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, korban Ajum belum berhasil ditemukan. Tim SAR gabungan memastikan operasi pencarian akan dilanjutkan esok pagi dengan memperluas radius area penyisiran dari titik awal jatuhnya korban.
Artikel Terkait
Golkar Makassar: Surat Diskresi untuk IAS Bukan Jaminan Otomatis Jadi Ketua DPD I Sulsel
Pemerintah Targetkan 5.000 Jembatan Gantung Rampung Akhir 2026 untuk Hubungkan Daerah Terpencil
Aktivitas Gempa Gunung Anak Krakatau Meningkat, Status Waspada Belum Berubah
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 800 Meter, Warga Diminta Waspada Lahar Hujan