Sebelum sebuah hidangan akhirnya hadir di meja tamu, ada sebuah perjalanan panjang yang jarang sekali dilihat oleh pengunjung restoran. Semuanya dimulai jauh sebelum chef mulai memasak. Di balik layar, kualitas bahan dan peralatan makan dipegang oleh dua peran kunci: butcher dan steward. Di Hotel Tentrem Yogyakarta, dua nama yang menjalankan peran vital ini adalah Tri Nur Handoyo dan Ardi Setiawan. Mereka adalah penjaga mutu, dari hulu hingga hilir.
Tri Nur Handoyo, atau yang biasa dipanggil Ozil, sudah menjadi seorang butcher sejak 2006. Dia bergabung dengan Tentrem tepat saat hotel itu membuka pintunya pada 2012. Tugasnya? Menangani berbagai jenis daging bernilai tinggi yang akan diolah di dapur hotel.
"Kita bermain dengan produk-produk jutaan rupiah di situ, kalau situ ngawur ya, sudah bakalan kacau,"
Ucap Ozil suatu Jumat lalu. Bagi dia, peran seorang butcher jauh lebih dari sekadar memotong. Ini soal mengontrol kualitas bahan dari titik paling awal.
"Sebetulnya, butcher itu adalah orang yang pertama kali mengontrol makanan itu, bahan-bahannya. Jadi semua cost, happy product itu ada di butcher. Jadi di butcher itu nggak cuma motong, kita juga memporsi, menambah jangka waktu penyimpanan,"
paparnya lebih lanjut. Tanggung jawabnya mencakup semuanya, mulai dari mencari dan menerima barang, sampai eksekusi akhir di dapur. "Kita tahu barang itu grade A atau bukan. Dan butcher mesti dipisah karena butcher itu berhubungan dengan sajam (senjata tajam)," tambah Ozil.
Pendapat serupa datang dari Executive Chef, Steve Tanudharma. Menurut Steve, keahlian seorang butcher sangat menentukan hasil akhir di piring.
"Kalau butcher-nya tidak jago, tidak andal, dan tidak punya skill, mungkin barang mahal itu teksturnya tidak kelihatan bagus, karena art-nya juga harus ada di butcher itu,"
tutur Steve.
Ritme Harian yang Menuntut Fisik Prima
Di balik ketelitian kerja di ruang dingin dan jam kerja yang panjang, ada satu hal yang sering terlupakan: mobilitas mereka. Baik butcher maupun steward tidak cuma diam di satu tempat. Ritme harian mereka menuntut kesiapan fisik yang prima, dari berangkat hingga pulang kerja.
Dalam keseharian yang padat itu, kendaraan punya peran penting. Bagi Ozil, perjalanan dari dan menuju hotel adalah momen transisi bagi tubuhnya, dari hawa dingin dapur ke suasana jalanan kota. Sebuah skutik dengan bagasi luas dan kenyamanan berkendara menjadi penunjang yang krusial. Performa yang stabil membantu menembus kemacetan Yogyakarta, sementara posisi duduk yang ergonomis sedikit meredakan pegal setelah berdiri berjam-jam. Intinya, mobilitas yang lancar membantu mereka tiba di tempat kerja dalam kondisi siap sebuah prasyarat mutlak sebelum masuk ke dunia yang menuntut presisi tinggi.
Di Hilir, Ada Sang Penjaga Peralatan
Sementara Ozil berjaga di hulu, Ardi Setiawan memastikan segala sesuatu beres di hilir dapur. Sebagai Assistant Chief Steward di Hotel Tentrem dengan pengalaman 13 tahun, Ardi mengelola lebih dari 50 ribu unit peralatan makan. Dengan sedikit canda, dia menyebut dirinya "TCLB", alias Tukang Cuci Luar Biasa.
"Kalau steward itu, pasti kalau di luaran tahunya kan cuci piring, ya. Tapi sebenarnya steward itu salah satu pahlawan untuk service dan kitchen. Mereka yang men-support kedua departemen ini supaya semua berjalan dengan lancar,"
kata Ardi. Tanggung jawabnya mencakup kebersihan, sanitasi, dan memastikan setiap peralatan siap sebelum sampai ke tangan tamu.
"Steward di sini, kita maintain aset barang pecah belah dan kita sebagai cleanliness di area kitchen, terutama menjaga hygiene dan sanitasi. Saya sebagai steward memegang peran, saya bertanggung jawab atas piring sendok sebelum sampai ke meja tamu. Saya yang maintain,"
jelasnya tegas.
Jadi begitulah. Dari presisi tangan seorang butcher yang mengolah daging bernilai tinggi, sampai ketelitian seorang steward yang menjaga puluhan ribu peralatan, seluruh tim bergerak dalam ritme yang sama. Mereka mungkin tak pernah terlihat oleh tamu yang sedang menikmati hidangan. Namun, setiap detail yang mereka jaga adalah fondasi dari pengalaman bersantap yang sempurna.
Liputan Kuliner Berbintang ini didukung oleh Yamaha sebagai bagian dari pembacaan ritme kerja, mobilitas, dan ekosistem dapur profesional.
Artikel Terkait
Polisi Kerahkan 1.200 Personel Amankan Peringatan May Day di Makassar
Mahfud MD: Kritik Inflasi Pengamat Tak Tepat, Justru Inflasi Pejabat yang Perlu Dibahas
BMKG: Hujan Ringan hingga Sedang Guyur Makassar Sepanjang Hari, Warga Diimbau Waspada
Unhas Kukuhkan Kembali Prof. Jamaluddin Jompa sebagai Rektor Periode 2026-2030