Roy Suryo Kritik Gibran Mancing di Hari Sumpah Pemuda: Biaya 5 Ton Lele hingga Level Acara Disorot

- Sabtu, 01 November 2025 | 06:25 WIB
Roy Suryo Kritik Gibran Mancing di Hari Sumpah Pemuda: Biaya 5 Ton Lele hingga Level Acara Disorot
Kritik Roy Suryo untuk Gibran: Acara Mancing di Hari Sumpah Pemuda - Gelora

Roy Suryo Kritik Gibran: Peringatan Sumpah Pemuda Kok Hanya Mancing?

Pemerhati telematika, Roy Suryo, terus mengamati aktivitas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Salah satu sorotannya adalah kehadiran Gibran dalam acara Mancing Mania Gratis Jilid II di Bekasi pada Minggu, 26 Oktober 2025.

Acara yang juga disiarkan di kanal YouTube resmi Wapres RI ini menuai komentar pedas dari Roy Suryo. Ia mempertanyakan pemilihan kegiatan memancing dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-97.

"Kita tidak mengecilkan arti kegiatan mancing, karena konon katanya yang kemarin di salah satu diskusi 'kan banyak anak muda yang senang mancing,' iya tapi peringatan ke-97 Sumpah Pemuda kok yang dipilih yang itu," ujar Roy Suryo dalam podcast Madilog di YouTube Forum Keadilan TV, seperti dikutip pada Sabtu, 1 November 2025.

Roy Suryo Soroti Biaya Acara Mancing Gibran

Roy Suryo, yang merupakan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, juga menyoroti besarnya biaya yang dikeluarkan untuk acara tersebut. Ia menyebutkan bahwa dalam acara itu ditebarkan lima ton ikan lele dan hadiah yang disediakan berupa sepeda motor dan barang elektronik.

"Biayanya juga nggak murah lho. Di mancing itu dia menebar lima ton lele, terus hadiahnya sepeda motor, kemudian elektronik," kata Roy Suryo.

Ia pun membandingkan level acara tersebut dengan jabatan Gibran. "Kalau saya mikirnya kasihan Pak RT, kasihan Pak Camat, itu kan levelnya beliau-beliau itu, bukan seorang wakil presiden yang dipilih dengan biaya Rp77 triliun lebih kok hanya datang di acara kayak gitu," sambungnya.

Acara Mancing Mania Gratis Jilid II ini digelar dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 dan diinisiasi oleh Karang Taruna Tambun Utara.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar