Setelah menyelesaikan serangkaian lawatan kerja ke luar negeri, Presiden Prabowo Subianto langsung menyambut tamu penting di Istana Merdeka. Kamis (16/4/2026) siang, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad datang menghadap untuk menyampaikan laporan. Pertemuan ini, menurut informasi yang beredar, membahas sejumlah masukan strategis dari parlemen.
Melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet, disebutkan bahwa agenda ini dijalankan tak lama setelah presiden kembali ke tanah air.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pun memberikan konfirmasinya.
"Hari ini, Presiden Prabowo Subianto menerima Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad, di Istana Merdeka. Pertemuan ini untuk menerima laporan beberapa hal strategis, sekembalinya beliau dari lawatan luar negeri," jelas Teddy.
Dasco, dalam pertemuan itu, menyampaikan perkembangan terkini. Ia melaporkan situasi politik, kondisi keamanan, plus perkembangan ekonomi nasional. Tak hanya itu, sejumlah masukan dari fungsi legislasi DPR juga disampaikan langsung kepada pemerintah.
"Wakil Ketua DPR RI menyampaikan beberapa perkembangan situasi politik, keamanan dan ekonomi nasional. Beliau juga melaporkan beberapa masukan dari fungsi legislasi DPR kepada Pemerintah," tambah Teddy.
Lawatan presiden sebelumnya memang cukup padat. Prabowo baru saja merampungkan kunjungannya ke Rusia dan Prancis. Di Moskow, ia bertemu dengan Presiden Vladimir Putin. Pertemuan kedua pemimpin itu menghasilkan penegasan untuk meningkatkan kerja sama energi jangka panjang. Isunya seputar pasokan minyak mentah dan LPG untuk Indonesia.
Presiden bahkan sudah menugaskan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk tindak lanjut. Bahlil diinstruksikan menemui utusan khusus Putin dan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev. Tujuannya, membahas detail kerja sama tersebut lebih lanjut di Moskow.
Sementara itu, di Paris, pembicaraan berlangsung dengan Presiden Emmanuel Macron. Mereka membahas peluang kerja sama yang lebih luas. Bidangnya beragam, mulai dari energi, pendidikan, hingga komunikasi digital dan investasi ekonomi jangka panjang.
Kunjungan ke dua negara besar ini jelas membawa angin segar. Rusia dan Prancis, dengan sumber daya dan pengaruh globalnya, menawarkan capaian konkret bagi Indonesia. Hasilnya diharapkan bisa segera terasa.
(ant/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir