Fadia/Tiwi Kalahkan Unggulan Korea, Targetkan Bersaing di Level Elite Dunia

- Rabu, 03 Juni 2026 | 16:40 WIB
Fadia/Tiwi Kalahkan Unggulan Korea, Targetkan Bersaing di Level Elite Dunia

Kemenangan atas pasangan ganda putri peringkat tiga dunia asal Korea Selatan, Lee So Hee dan Baek Ha Na, pada babak 16 besar Indonesia Open 2026 belum memuaskan ambisi Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Amallia Cahaya Pratiwi. Alih-alih berpuas diri, pasangan Indonesia ini justru menjadikan hasil tersebut sebagai batu loncatan untuk mengejar target yang lebih tinggi di pentas dunia.

Bertanding di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026), Fadia dan Tiwi sapaan akrab Amallia menundukkan lawannya melalui pertarungan tiga gim yang ketat dengan skor akhir 21-13, 17-21, dan 21-14. Kemenangan ini sekaligus mempertegas konsistensi mereka setelah sebelumnya juga mengalahkan pasangan yang sama di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026 dengan skor 21-17 dan 21-16.

Bagi Fadia dan Tiwi, keberhasilan menaklukkan salah satu ganda putri terbaik dunia itu bukanlah tujuan akhir. Keduanya menilai hasil tersebut merupakan bukti perkembangan pesat yang telah dicapai dalam beberapa bulan terakhir, namun mereka masih haus akan pencapaian yang lebih besar. Fadia menegaskan bahwa dirinya dan Tiwi bertekad untuk terus berkembang hingga mampu bersaing secara konsisten dengan pasangan-pasangan papan atas dunia yang saat ini mendominasi sektor ganda putri.

“Targetnya secepatnya kami ada di top level ya, bersaing bersama Lee/Baek, Liu Sheng Shu/Tan Ning, dan pasangan-pasangan elit lainnya,” ujar Fadia.

Perjalanan menuju kemenangan tersebut tidaklah mulus. Pada gim penentuan, Fadia dan Tiwi sempat tertinggal cukup jauh dengan skor 4-9. Namun, situasi tekanan itu tidak membuat mereka kehilangan kepercayaan diri. Berbekal arahan dari tim pelatih dan komunikasi yang terjaga di lapangan, pasangan Indonesia perlahan-lahan mampu membalikkan keadaan. Mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 9-9 sebelum akhirnya melesat unggul hingga 16-10. Momentum tersebut menjadi titik balik yang membuat pasangan Korea Selatan kesulitan mengembangkan permainan.

“Walaupun tadi di game ketiga kami sudah ketinggalan, tapi kami tidak menyerah. Kami cari cara bagaimana untuk mengambil kembali poin dan fokus untuk poin berikut-berikutnya,” kata Tiwi.

Fadia mengakui bahwa sempat muncul tekanan karena memiliki modal kemenangan pada pertemuan sebelumnya. Namun, ia dan Tiwi berhasil mengendalikan situasi setelah mendapat masukan dari pelatih untuk tetap percaya diri. “Tadi di game ketiga kami sempat ketinggalan, mungkin karena kami terlalu terburu-buru. Cuma karena pelatih juga komunikasi untuk tetap percaya diri saja dan akhirnya kami bisa menang,” tuturnya.

Selain strategi dan mental bertanding, dukungan publik Istora Senayan juga menjadi faktor penting dalam kebangkitan mereka. Sorakan penonton terus mengalir deras meskipun pasangan Indonesia sempat tertinggal pada gim penentuan. “Penonton sangat luar biasa, tadi juga kami sempat ketinggalan tapi penonton tetap support kami. Jadi itu modal juga buat kami untuk tetap semangat terus,” ungkap Fadia.

Saat ini, Fadia dan Tiwi masih menempati peringkat 29 dunia. Karena itu, mereka berharap mampu meraih hasil maksimal di setiap turnamen agar peringkatnya terus meningkat dan semakin mendekati jajaran elite dunia. Berkat kemenangan atas Lee dan Baek, langkah mereka di Indonesia Open 2026 berlanjut ke babak 16 besar. Pada laga berikutnya, mereka akan menghadapi pasangan Hong Kong, Yeung Nga Ting dan Yeung Pui Lam duet yang belum pernah mereka temui sebelumnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags