Rano Karno Ajak Warga Kebon Kosong Pindah ke Rusun Usai Kebakaran, Sebagian Masih Enggan

- Selasa, 02 Juni 2026 | 14:15 WIB
Rano Karno Ajak Warga Kebon Kosong Pindah ke Rusun Usai Kebakaran, Sebagian Masih Enggan

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengajak warga terdampak kebakaran di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, untuk mempertimbangkan tinggal di rumah susun sebagai solusi hunian yang lebih layak dan aman. Menurutnya, permukiman vertikal dapat mengurangi risiko kebakaran yang kerap mengintai kawasan padat penduduk.

Ajakan itu disampaikan Rano saat meninjau lokasi kebakaran pada Selasa, 2 Juni 2026. Dalam kunjungannya, ia mengaku sempat berdialog langsung dengan sejumlah warga yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah tersebut. “Pada saat saya berkunjung ke daerah yang namanya Kebon Kosong, ini memang menjadi sejarah panjang. Ini yang mudah-mudahan akan segera kita selesaikan,” ujarnya.

Namun, tidak semua warga langsung menyambut tawaran itu. Rano mengungkapkan bahwa sebagian dari mereka masih enggan meninggalkan kawasan tersebut karena ikatan emosional yang kuat dengan lingkungan tempat tinggal turun-temurun. “Tadi sambil lalu saya ngomong dengan beberapa warga, ‘Enggak mau coba di rumah susun?’ Mereka bilang, ‘Aduh Bang, kita lahir di sini Bang, bahkan yang namanya ari-ari kita ditanam di sini’,” tuturnya menirukan percakapan dengan warga.

Menanggapi hal itu, Rano mengaku memahami perasaan warga yang telah lama menetap di kawasan tersebut. Meski demikian, ia menilai kondisi permukiman yang sangat padat membuat risiko kebakaran dan berbagai persoalan lingkungan semakin besar. “Saya bilang, ‘Eh saya lahir di Kemayoran, di Kepu. Ari-ari saya juga saya tanam di Kemayoran. Masa kita mau berjubel-jubel tinggal di sini?’” katanya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menurut Rano, terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa tinggal di rumah susun bukan berarti menurunkan kualitas hidup. Sebaliknya, hunian vertikal dinilai mampu menyediakan lingkungan yang lebih tertata dan fasilitas yang lebih memadai. “Kita selalu berusaha untuk menyadarkan masyarakat bahwa bukan berarti tidak layak, tapi mungkin kalau tinggal di rumah susun jauh lebih layak,” tuturnya.

Rano menambahkan bahwa persoalan permukiman di Kebon Kosong bukanlah masalah baru. Oleh karena itu, pemerintah akan terus mencari solusi jangka panjang agar warga dapat tinggal di lingkungan yang lebih aman dan nyaman. Sementara itu, kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut berdampak luas. Berdasarkan data sementara Pemprov DKI Jakarta, sebanyak 304 bangunan terdampak, dengan total 354 kepala keluarga atau 679 jiwa yang terkena musibah.

Pemerintah telah menyiapkan posko pengungsian di Lapangan Yusuf Hamka yang dilengkapi layanan kesehatan, dapur umum, bantuan logistik, hingga dukungan psikologis bagi para korban. Terkait kemungkinan bantuan pembangunan kembali rumah warga, Rano mengatakan pemerintah akan terlebih dahulu melakukan pendataan dan pembahasan lebih lanjut. “Kalau membantu bangun rumah kan relatif, tapi membantu anggaran pasti. Itu nanti kita bicarakan,” ujarnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar