Dua Pasang Saudara Kandung Bakal Saling Berhadapan di Piala Dunia 2026

- Rabu, 03 Juni 2026 | 17:15 WIB
Dua Pasang Saudara Kandung Bakal Saling Berhadapan di Piala Dunia 2026

Piala Dunia FIFA tidak hanya menjadi panggung pertarungan antarnegara, tetapi juga kerap menghadirkan narasi keluarga yang unik dan mengharukan. Di tengah hiruk-pikuk kompetisi sepak bola tertinggi antarnegara ini, kisah dua pasang saudara kandung yang akan saling berhadapan dengan membela negara berbeda menjadi sorotan tersendiri pada edisi 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Salah satu kisah yang paling menarik perhatian adalah petualangan Inaki dan Nico Williams, dua pesepak bola kebanggaan Basque yang sama-sama memperkuat Athletic Bilbao di level klub. Meskipun lahir dan besar di Bilbao, keduanya memilih jalan yang berbeda dalam karier internasional. Sang kakak, Inaki yang kini berusia 31 tahun, memilih membela tim nasional Ghana, negara asal kedua orang tuanya. Sementara itu, adiknya, Nico (23 tahun), memutuskan untuk memperkuat Spanyol, negara tempat ia dilahirkan.

Keduanya sebelumnya telah merasakan atmosfer Piala Dunia 2022 di Qatar. Kini, dengan pengalaman dan kematangan yang bertambah, terutama pada diri Nico, mereka diprediksi akan menjadi andalan masing-masing tim. Nico, yang beroperasi sebagai pemain sayap, dikenal luas karena kecepatan dan kemampuan dribelnya yang mematikan. Musim ini, ia mencatatkan enam gol dan tiga assist untuk klubnya. Di sisi lain, Inaki yang tidak lagi muda tetap menjadi tumpuan berkat pengalamannya. Ia masih menjadi pilar penting Bilbao dengan torehan tiga gol dan enam assist dalam 30 pertandingan.

Pada Piala Dunia 2026, Inaki dan Ghana akan tergabung di Grup L bersama Panama, Inggris, dan Kroasia. Sementara itu, Nico dan Spanyol akan berlaga di Grup H yang berisi Arab Saudi, Uruguay, dan Cape Verde.

Di sisi lain, cerita serupa juga akan dihadirkan oleh Doue bersaudara. Berbeda dengan Williams bersaudara, Piala Dunia 2026 menjadi ajang perdana bagi Guela dan Desire Doue. Sama seperti pendahulu mereka, keduanya memilih karier tim nasional yang berbeda. Desire yang lebih muda, berusia 21 tahun, memilih membela negara kelahirannya, Prancis. Sebaliknya, sang kakak, Guela (23 tahun), memutuskan untuk memperkuat Pantai Gading, negara asal keluarga ayah mereka.

Desire, yang bermain untuk Paris Saint-Germain (PSG), kembali mengukir kesuksesan musim ini dengan membawa klubnya menjadi juara bertahan Liga Champions. Dari 38 pertandingan yang ia jalani di semua kompetisi, ia berhasil mencetak 12 gol dan tujuh assist. Sementara itu, Guela memang belum seterang adiknya dalam hal prestasi. Namun, sebagai pemain belakang, ia tidak hanya piawai dalam bertahan, tetapi juga lihai dalam membantu serangan. Bersama Strasbourg, ia tampil dalam 24 pertandingan liga dengan catatan dua gol dan enam assist.

Pada Piala Dunia 2026, Desire dan Prancis akan berada di Grup I bersama Senegal, Irak, dan Norwegia. Sementara itu, Guela dan Pantai Gading akan bertarung di Grup E yang dihuni Ekuador, Jerman, dan Curacao. Dua pasang saudara ini menjadi bukti bahwa ikatan darah dan pilihan nasionalisme dapat berjalan beriringan di panggung sepak bola paling bergengsi di dunia.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags