Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bertemu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Minggu (19/7/2026). Pertemuan itu membahas program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah.
Pemerintah menargetkan renovasi 400.000 rumah tidak layak huni pada tahun 2026. Angka itu melonjak drastis dibandingkan target tahun sebelumnya yang hanya 45.000 unit.
Program bedah rumah merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Teddy dan Ara juga menyinggung pentingnya kerja sama antarkementerian dan lembaga. “Pertemuan juga menekankan pentingnya memperkuat koordinasi dan sinergi antara kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah agar implementasi BSPS berjalan lebih cepat, tepat sasaran, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” demikian keterangan dalam unggahan Instagram @sekretariat.kabinet.
Pemerintah berharap penyediaan hunian yang layak dapat dipercepat sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat di berbagai daerah. “Melalui kolaborasi yang semakin kuat, pemerintah berharap penyediaan hunian yang layak dapat dipercepat sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat di berbagai daerah,” lanjut keterangan tersebut.
Artikel Terkait
Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna, Bahas Percepatan dan Evaluasi Program
Pemerintah Targetkan Renovasi 400.000 Rumah Tak Layak Huni Tahun Ini
Sekretaris Kabinet dan Menteri PKP Bahas Target Renovasi 400 Ribu Rumah pada 2026
164 Siswa Disabilitas Belajar Sejarah Bangsa di Istana Kepresidenan