Adu Mulut Otamendi dan Rodri Warnai Final Piala Dunia 2026, Ini Isi Percakapannya

- Senin, 20 Juli 2026 | 18:45 WIB
Adu Mulut Otamendi dan Rodri Warnai Final Piala Dunia 2026, Ini Isi Percakapannya

Tensi tinggi pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina tak berakhir begitu saja setelah peluit panjang. Sebuah adu mulut sengit antara bek veteran Argentina, Nicolas Otamendi, dan gelandang Spanyol, Rodri, terjadi di lapangan Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, dan kini isi percakapan mereka terungkap ke publik.

Spanyol keluar sebagai juara setelah mengalahkan Argentina 1-0 berkat gol tunggal Ferran Torres di babak perpanjangan waktu. Kekalahan itu meninggalkan kekecewaan mendalam di kubu Argentina, yang kemudian memicu emosi di akhir laga.

Keributan massal sempat pecah setelah pertandingan usai. Pemicunya adalah aksi Leandro Paredes yang mendapat kartu merah langsung karena terlibat bentrok dengan Eric Garcia dan Gavi. Sebelumnya, Enzo Fernandez juga sudah diusir wasit setelah menerima kartu kuning kedua pada menit ke-93.

Di tengah euforia kemenangan Spanyol, Rodri mencoba menghampiri Otamendi untuk memberikan penghiburan. Namun, gesture empati itu justru disambut amarah oleh bek veteran Albiceleste.

"Kamu tak seharusnya bicara sebelum pertandingan! Bicara lebih sedikit, kawan. Kamu dan Laporte menghabiskan sepanjang minggu hanya untuk mengeluh!" kata Otamendi, Senin (20/7/2026).

Rodri berusaha meredam situasi. "Saya menghormatimu, kawan," ujarnya.

"Saya juga menghormatimu, tapi kamu tak seharusnya bicara sebelum laga. Kamu tahu itu, kan?" balas Otamendi.

"Tapi apa yang pernah saya katakan?" tanya Rodri.

"Bagaimana dengan Laporte? Kamu tidak dengar apa yang dia katakan minggu ini? Kalian terus-menerus mengeluhkan wasit!" sergah Otamendi.

Kemarahan Otamendi ternyata dipicu oleh pernyataan bek Spanyol, Aymeric Laporte, beberapa hari sebelum final. Laporte secara terbuka menyindir gaya main keras Argentina dan meminta wasit bertindak lebih tegas.

"Memang benar dalam beberapa pertandingan terakhir kami melihat hal-hal yang mengejutkan, situasi provokasi yang dibiarkan begitu saja tanpa hukuman. Terutama dengan Argentina, tim yang suka 'meninggalkan pesan' lewat pelanggaran-pelanggaran keras mereka," ujar Laporte dalam wawancara sebelum partai final.

"Hal seperti itu seharusnya tidak dibiarkan dalam sepak bola, terutama di turnamen sebesar ini, karena bisa merusak fokus dan membuat Anda kehilangan kendali. Adalah tugas wasit untuk menjaga pertandingan tetap terkendali. Jika satu atau dua pemain dibiarkan melakukan apa yang mereka mau, pertandingan akan menjadi kacau," tambahnya.

Perselisihan verbal antara Otamendi dan Rodri sempat viral di media sosial, namun situasi berhasil diredam oleh rekan setim sebelum berlanjut menjadi kontak fisik.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags