Jembatan Darurat di Padang Pariaman Kembali Dibuka, Akses 40 Ribu Warga Pulih

- Senin, 20 Juli 2026 | 18:42 WIB
Jembatan Darurat di Padang Pariaman Kembali Dibuka, Akses 40 Ribu Warga Pulih

Mobilitas masyarakat di Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, kembali pulih setelah jembatan darurat di atas Sungai Batang Anai dibuka untuk umum. Akses ini menjadi bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dikawal Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera.

Jembatan darurat difungsikan setelah normalisasi alur Sungai Batang Anai selesai lebih cepat dari jadwal. Koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), TNI, Polri, dan pihak terkait membuat pekerjaan yang diperkirakan tiga hari rampung hanya dalam dua hari.

Pada tahap awal, jembatan dibuka untuk pejalan kaki, sepeda motor, dan kendaraan roda tiga. Kendaraan roda empat belum diizinkan melintas karena konstruksi sementara masih memerlukan penyempurnaan, termasuk pemasangan pagar pengaman di kedua sisi.

Meski demikian, berfungsinya kembali jembatan membawa harapan baru. Jalur ini menjadi akses utama bagi lebih dari 2.000 kendaraan setiap hari dan melayani mobilitas sekitar 40 ribu penduduk di kawasan tersebut.

"Kami benar-benar bersyukur jembatan ini bisa dibuka lebih cepat. Sekarang anak-anak bisa sekolah dan kami bisa bekerja tanpa harus memutar jauh. Semoga pembangunan jembatan permanen segera dimulai," ujar Rino, warga setempat.

Sebagai bagian dari rehabilitasi permanen, Kementerian Pekerjaan Umum melalui BPJN menyiapkan pembangunan jembatan baru sepanjang 140 meter yang terdiri atas dua bentang masing-masing 70 meter. Jembatan selebar enam meter itu akan menggunakan konstruksi rangka baja dengan nilai investasi sekitar Rp45,2 miliar dari APBN dan ditargetkan mulai dibangun pada 2026.

Pembangunan jembatan permanen diharapkan tidak hanya mengembalikan konektivitas, tetapi juga memperkuat ketahanan infrastruktur di wilayah rawan bencana hidrometeorologi. Dengan demikian, akses transportasi, distribusi barang, layanan publik, dan perekonomian masyarakat tetap berjalan meski menghadapi ancaman bencana di masa mendatang.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pihak. "Kita harapkan dukungan dari semua pihak untuk bergerak bergotong royong mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi," ujar Tito usai Rapat Tingkat Menteri Tim Pengarah Satgas PRR Pascabencana Sumatera di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags