Kementerian Pertanian Siapkan Rp9,5 Triliun untuk Hilirisasi 7 Komoditas Andalan

- Minggu, 22 Maret 2026 | 13:15 WIB
Kementerian Pertanian Siapkan Rp9,5 Triliun untuk Hilirisasi 7 Komoditas Andalan

Jakarta - Anggaran tak main-main, sekitar Rp9,5 triliun, disiapkan Kementerian Pertanian untuk program hilirisasi. Targetnya? Membangun kebun rakyat seluas 870 ribu hektare dalam periode tiga tahun, mulai 2025 hingga 2027. Fokusnya pada tujuh komoditas andalan: kelapa, kakao, kopi, jambu mete, lada, dan pala.

Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, langkah ini bukan cuma soal menanam. Ini upaya serius memperkuat pasokan bahan baku sekaligus memicu tumbuhnya industri pengolahan dalam negeri. "Kami rancang hilirisasi melalui replanting dan tanam baru di berbagai komoditas tersebut," ujarnya, Sabtu (22/3/2026).

"Dengan penguatan ini, kami optimistis mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian."

Amran bersikeras. Hilirisasi, baginya, adalah sebuah keniscayaan. Ekspor bahan mentah harus dihentikan. "Kita tidak boleh lagi mengekspor bahan mentah," tegasnya.

"Komoditas pertanian harus diolah di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat Indonesia, terutama petani."

Selama ini, faktanya cukup menyakitkan. Banyak komoditas kita masih dijual mentah-mentah. Alhasil, margin keuntungan terbesar malah dinikmati negara lain yang sudah maju industrinya. Karena itulah, menurut Amran, perlu ada pendekatan terstruktur dan terintegrasi dari hulu sampai hilir.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar