Wall Street Menguat Didorong Harapan Damai AS-Iran dan Optimisme Sektor AI

- Rabu, 06 Mei 2026 | 22:15 WIB
Wall Street Menguat Didorong Harapan Damai AS-Iran dan Optimisme Sektor AI

Wall Street dibuka di zona hijau pada perdagangan Rabu (6/5/2026), didorong oleh harapan akan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran serta optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Pada awal sesi, indeks Dow Jones Industrial Average naik 143,9 poin atau 0,29 persen ke level 49.442,19. Sementara itu, S&P 500 menguat 34,9 poin atau 0,48 persen menjadi 7.294,14, dan Nasdaq Composite melesat 169 poin atau 0,67 persen ke posisi 25.495,16.

Sentimen positif ini dipicu oleh laporan media Axios yang menyebutkan bahwa AS dan Iran semakin mendekati kesepakatan melalui memorandum singkat satu halaman. Dokumen tersebut dirancang untuk menghentikan konflik yang sedang berlangsung sekaligus menjadi landasan bagi negosiasi nuklir yang lebih luas. Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya menyatakan bahwa proposal untuk mengakhiri perang telah tersedia, namun ia juga memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi serangan AS yang lebih besar jika menolak syarat-syarat dalam proposal tersebut.

Menanggapi kabar itu, harga minyak dunia langsung merosot tajam. Minyak mentah Brent melemah 5,7 persen menjadi 103,61 dolar AS per barel, setelah sebelumnya sempat berada di atas 115 dolar AS pada awal pekan. Dalam perdagangan intraday, Brent bahkan sempat jatuh di bawah 97 dolar AS sebelum kembali stabil di atas 100 dolar AS. Tekanan harga minyak mereda setelah Trump mengisyaratkan bahwa Selat Hormuz dapat kembali “terbuka untuk semua” apabila Iran menerima kesepakatan yang tengah dibahas.

Selat Hormuz selama ini menjadi sumber tekanan ekonomi global karena konflik dengan Iran menghambat kapal tanker keluar dari Teluk Persia. Jika jalur tersebut kembali dibuka sepenuhnya, distribusi minyak global diperkirakan akan pulih dan dapat meredakan tekanan inflasi di berbagai negara. Analis Spartan Capital Securities, Peter Cardillo, menilai sentimen positif tersebut memicu optimisme besar di pasar saham.

“Sepertinya kita mulai mendekati semacam solusi diplomatik terkait perang ini. Ada peningkatan antusiasme yang nyata di pasar,” katanya.

Di sisi lain, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun menjadi 4,35 persen dari sebelumnya 4,43 persen pada Selasa. Bursa saham global pun turut menguat, dengan indeks di Seoul melonjak 6,5 persen, Hong Kong naik 1,2 persen, serta pasar London dan Paris masing-masing menguat 2,2 persen dan 2,9 persen. Katalis perdamaian antara dua negara adidaya ini tampaknya menjadi angin segar bagi pasar keuangan dunia yang sebelumnya dibayangi ketidakpastian geopolitik.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar